10 Film Pendek Indonesia di FSP

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Festival Sinema Prancis (FSP) merupakan festival film asing pertama di Indonesia, sejak pertama kali diselenggarakannya tahun 1996. Di Indonesia, FSP diadakan di Jakarta (Cineplex 21 Plaza Indonesia) pada 8-10 Desember dan di Bali (Cineplex 21 Kuta Beach Walk) pada 11-12 Desember. Selanjutnya sepanjang bulan Januari tahun 2013, festival tersebut berlangsung keliling ke Balikpapan, Bandung, Lampung, Makasar, Malang, Medan, Semarang, Solo, Surabaya, dan Yogyakarta.

Sepanjang perjalanannya, FSP telah mengalami sejumlah transformasi. Institut Français Indonesia (IFI) sebagai pihak penyelenggara berharap perkembangan ini dapat mendekatkan festival dengan publiknya.

Tahun ini, FSP untuk pertama kalinya mengadakan kompetisi film pendek nasional. Sebelumnya, IFI terlibat dalam perkembangan film pendek nasional lewat A court d’écran, program pemutaran film pendek bulanan dengan tujuan menemukan bakat-bakat baru.

Kompetisi film pendek ini diselenggarakan bersama program FSP lainnya. Beberapa di antaranya adalah pemutaran film Prancis kontemporer, retrospeksi karya-karya Olivier Assayas, presentasi studi sinema di Prancis, serta presentasi program bantuan sinema.

Pendaftaran dibuka dari bulan September hingga November. Panitia menerima 69 film pendek dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 10 film lolos sebagai finalis. Ada tiga poin yang ditetapkan tim seleksi IFI sebagai ketentuan pemilihan finalis. Film haruslah mengutamakan kesederhanaan dalam bercerita, mampu memotret realitas keseharian, dan kompeten dalam menyajikan cerita, baik dari segi teknis maupun artistik. Sutradara film terbaik pilihan juri akan mendapat kesempatan menghadiri sebuah festival film pendek di Prancis pada tahun 2013, guna memperluas jaringan serta pengalamannya sebagai sineas.

Ke-10 film pendek Indonesia yang lolos dan akan berkompetisi di FSP 2012 adalah Halo! (Athpal Paturusi, mutumata Creative Boutique, 2012), Jatisari First Blood Reloaded (Sirojuddin, Jatisariku, 2012), Jumprit Singit (Mahesa Desaga, Sembilan Production, 2012), Keripik Sukun Mbok Darmi (Heri Kurniawan, School of Design Binus University, 2012), Palak (Jaka Triadi, Sinematografi UNAIR, 2012), Parkir (Jason Iskandar, Antelope Film, 2012), Penghulu (Desri Tsurayya, Forum Film Pelajar Bandung, 2012), Tanya Jawab (Jason Iskandar, Antelope Film, 2011), Waktu Kunjung Pacar (Nizar, Sinematografi UI, 2012), dan Wrong Day (Yusuf Radjamuda, Kafe Ujung, 2011). (stevie)

Berita Terkait

Komentar

Komentar