23 Perusahaan di Batam Sudah Tutup

BATAM, (tubasmedia.com) – Sedikitnya, seribu orang warga meninggalkan Batam setiap bulannya.. Mereka hengkang dari Batam dengan berbagai alasan. Yang pasti, terkait memburuknya ekonomi dan PHK menjadi salah satu alasan utamanya.

Data tersebut tercatat di Dinas Kependudukan Kota Batam. Itu belum termasuk yang tidak melaporkan kepindahannya ke kota lain.

“Bulan Mei jumlahnya meningkat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pendaftarana Penduduk Disdukcapil Batam, Muhammad Teddy Nuh seperti dilansir Batamnews, Selasa (13/6/2017).

Berdasarkan data yang diperoleh, di Bulan April jumlah surat keterangan pindah sebanyak 1.190 lembar sementara yang datang ke Batam berkisar 1.985 orang.

Kepindahan warga Batam ini secara besar-besaran dari Batam diduga tak lepas dari deraan PHK dan ekonomi yang kian lesu. Bank Indonesia mencatat, di triwulan pertama ini, pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau hanya 2,02 persen.

Grafik pertumbuhan ekonomi ini dari tahun ke tahun menunjukkan tren negatif. Di tahun sebelumnya, 2016, pertumbuhan ekonomi sekitar 4 persen lebih, dan di tahun 2015 sekitar 5 persen.

Selain itu, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mencatat ada sekitar 23 perusahaan yang tutup serta hengkang di tahun 2017. Jumlah pengangguran juga tak sedikit mencapai 200 ribu orang. Hampir sekitar 20 persen lebih jumlah penduduk Batam yang kini mencapai 1,2 juta jiwa.

Tak heran, ribuan orang yang kehilangan harapan, memutuskan untuk pulang kampung dan tak kembali lagi. ”Ya, beberapa minggu ini jumlah keluar batam mengalami kenaikan dari biasa,” kata Teddy.

Teddy tak dapat menampik, kepergian orang-orang tersebut keluar Batam, tak lepas dari kondisi ekonomi saat ini dan pengangguran. (red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar