JAKARTA, (tubasmedia.com)  – Mocaf atau modified cassava flour adalah produk tepung dari ubi kayu yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi pati dengan cara fermentasi. Proses ini akan memperbaiki sifat organoleptik tepung ubi kayu serta meningkatkan daya simpannya

Kepala Balai Besar Industri Agro (BBIA) Siti Rohmah Siregar menyatakan, BBIA sebagai salah satu unit litbang di bawah BPPI Kemenperin, telah menjadikan mocaf sebagai salah satu topik dalam kegiatan litbang.

“Beberapa hasil litbang yang dihasilkan BBIA terkait dengan mocaf, antara lain pembuatan starter mokaf, tepung mokaf dan aplikasinya untuk pangan. Kemudian, pengembangan mokaf sebagai makanan pangan darurat siap saji yang cukup kalori dengan masa simpan yang memadai dan mudah dalam pendistribusian. Selain itu, pengambangan mocaf sebagai pangan tradisional dan pangan siap saji/instan,” papar Siti.

Mengenai pengembangan riset, berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dalam upaya merumuskan arah, prioritas utama dan kebijakan strategis pembangunan nasional mengenai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pemerintah membentuk Dewan Riset Nasional (DRN).

Kegiatan utama DRN adalah menggali pemikiran dan pandangan untuk pembangunan iptek melalui sidang, rapat, workshop, diskusi, kunjungan lapangan dan kerja sama serta kegiatan lainnya. Hasil penggalian dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah dalam bentuk Policy Brief, Laporan Tahunan,  Kebijakan Strategis Iptek dan Inovasi, serta Agenda Riset Nasional.

Di dalam kenggotaan DRN terbaru untuk masa bakti 2019-2022, Kemenperin mengirimkan dua wakilnya, yaitu Kepala BPPI Ngakan Timur Antara di Komisi Teknis Pangan dan Pertanian, serta Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Zakiyudin di Komisi Teknis Material Maju. (sabar)

Berita Terkait

  • Tidak Ada

Komentar

Komentar