Ada Komisaris BUMN Besar Ingin Ganti Pancasila dengan Syariat Islam

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan, ada sebuah ormas yang jelas ingin mengambil alih negara dengan cara apapun juga.

Mereka juga ingin mengganti Pancasila. Sejumlah cara telah mereka lakukan, misalnya dengan melakukan rekrutmen terbuka hingga level kampus.

Dia pun meminta rektor yang kampusnya memberi kesempatan kepada Ormas anti-Pancasila untuk membaiat mahasiswanya, agar ditertibkan.

Tjahjo menyebut ada tokoh nasional, mantan menteri yang juga seorang komisaris salah satu Badan Usaha Milik Negara teriak-teriak anti-Pancasila.

“Bayangkan ada tokoh nasional, komisaris BUMN, berteriak-teriak ingin mengganti Pancasila dengan syariat Islam, bayangkan tokoh nasional mantan menteri, komisaris BUMN besar,” kata Tjahjo kepada wartawan di sela memberikan pengarahan kepada kepala daerah terpilih di kantor BPSDM Kemendagri, Jalan Taman Makam Pahlawan Nomor 8, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2017).

Padahal menurut Tjahjo, jika hal itu menyangkut negara, bisa dibicarakan sesuai aturan yang berlaku. Ketika dikonfirmasikan soal identitas mantan menteri yang dimaksud, dia menyebut bahwa Menkopolhukam memiliki rekaman visualnya.

“Pak Wiranto menyebut data ada rekaman visualnya, ada rekaman tertulisnya, ada fotonya, di mana, jam berapa ada semua,” kata Tjahjo.  “Masak enggak tahu?” tambah dia.

Menurutnya, organisasi anti Pancasila harus disikat. Apalagi sudah ada perintah jelas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar organisasi mana pun yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 ditindak tegas.
Apabila organisasi semacam PKI muncul lagi, Presiden memerintahkan untuk menggebuk saja. (red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar