Ada Tandatangan Dahnil di LPJ, Jadi Dia Mengetahui…

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis mengatakan, penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran, terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) beserta organisasi kepemudaan, bermula dari laporan masyarakat.

Kendati sudah naik ke tingkat penyidikan, namum penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus itu.

“Jadi kita ada laporan dari masyarakat, kita klarifikasi dan itu biasa. Kalau orang melapor, tentu kita pro aktif melakukan langkah klarifikasi penyelidikan,” ujar Idham, di Jakarta, Sabtu (24/11).

Dikatakan, penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. “Sementara masih belum,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, penyidik terakhir telah memeriksa Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai saksi, terkait kasus tersebut.

“Sudah diperiksa kita ambil keterangannya untuk mengklarifikasi karena ada laporan itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan mengatakan, pemanggilan Dahnil sebagai saksi berkaitan dengan proposal yang diajukan PP Pemuda Muhammadiyah tentang kegiatan kemah pemuda itu.

Dahnil merupakan salah satu pihak yang menandatangani laporan pertanggungjawaban (LPJ) proposal tersebut.

“Dahnil ini ada tandatangannya di LPJ, jadi dia mengetahui. Yang tanda tangan ketua panitia, mengetahui Dahnil Azhar,” katanya.

Menurutnya, pada saat pemeriksaan sebagai saksi, Dahnil mengatakan telah mengembalikan dana Rp 2 miliar kepada pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora), terkait kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia itu.

“Katanya Dahnil mengembalikan Rp 2 miliar ke Kemenpora. Hari ini (kemarin) mengembalikan Rp 2 miliar,” jelasnya.

Ia menambahkan, anggaran yang digelontarkan Kempora kepada PP Pemuda Muhammadiyah dan GP Anshor terkait kegiatan kemah pemuda berjumlah Rp 5 miliar “Kegiatan itu nilai anggarannya Rp 5 miliar. Dibagi jadi dua proposal,” katanya.(red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar