Airlangga: Dana Munaslub Golkar Bukan dari Proyek PLTU Riau-1

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto membantah tuduhan yang menyatakan dirinya terlibat Proyek PLTU Riau-1.

‘’Saya tidak pernah sekalipun terlibat Proyek PLTU Riau-1 yang menjadi pokok berita dan opini kedua media tersebut. Pendanaan Partai Golkar telah terprogram dan saya tidak pernah memerintahkan atau meminta kader-kader Partai Golkar atau siapapun untuk mencari dana yang tidak benar, atau melanggar hukum, untuk kepentingan ataupun kegiatan Partai Golkar,’’ kata Airlangga dalam bantahan tertulisnya yang diterima redaksi di Jakarta kemarin.

Disebutkan bahwa beberapa hari belakangan ini Majalah Tempo dan Koran Tempo telah menyebarkan berita dan opini yang menyudutkan dirinya dan Melchias M. Mekeng, serta Partai Golkar sendiri.

Berita dan opini tersebut katanya tidak benar tidak berdasarkan fakta dan tidak adil. Karena itu, menurut Airlangga, berita dan opini tersebut merupakan pelanggaran sebuah kode etik jurnalisme yang bermartabat.

Dijelaskan oleh Airlangga bahwa beberapa hari setelah Idrus Marham dilantik menjadi Menteri Sosial RI 17 Januari 2018, didampingi Johannes Kotjo dan EniSaragih, Idrus Marham datang bersilaturahmi ke rumah Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, katanya, pembicaraan mereka tidak keluar dari kepantasan pembicaraan antara pimpinan partai dan fungsionaris partai lainnya. ‘’Tidak ada pembicaraan bisnis, proyek, ataupun saham perusahaan apapun,’’ kata Airlangga.

Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1 mengungkap adanya suap dalam proyek senilai US$ 900 juta itu.

Bahkan Eni sudah mengembalikan uang suap yang dia terima dari proyek PLTU Riau-1 kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Eni diketahui menerima suap dari tersangka Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemilik Blackgold Natural Insurances Limited.

Eni sendiri sempat menyatakan, dia hanyalah petugas partai. Dugaan adanya uang suap dari proyek PLTU Riau-1 yang digunakan untuk Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar pun sempat dibenarkan oleh Eni.

“Memang ada duit yang Rp 2 miliar saya terima, sebagian, saya ini kan untuk munaslub,” kata‎ Eni usai diperiksa, Senin 27 Agustus 2018. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar