Airlangga Hartarto, Pemimpin Masa Depan

Oleh: Sabar Hutasoit

 

MASYARAKAT Indonesia umumnya mengharapkan pemimpin yang loyalitasnya tinggi terhadap bangsa dan negara. Pemimpin harus memandang seluruh warganegara sebagai manusia yang utuh bukan melihatnya sebelah mata atau berkelompok misalnya kelompok si A, B dan seterusnya.

Pemimpin harus menempatkan seluruh warganegara dalam satu pandang dan tidak boleh terkotak-kotak, misinya harus jelas dan nyata mempersatukan warga dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berazaskan Pancasila dan sekaligus mensejahterakan warga.

Pemimpin juga harus mampu dan mau membenahi perekonomian nasional sehingga seluruh rakyat dapat menikmati kemajuan pembangunan secara merata dan tidak pilih kasih.

Hal lain yang diharapkan rakyat dari pemimpin nasional, adalah kemampuannya membuka lapangan pekerjaan yang luas sehingga dapat menampung seluruh tenaga kerja yang tersedia. Jumlah pengangguran wajib ditekan bahkan bila perlu angkanya diminimalkan hingga ke titik nol.

Membuka lapangan pekerjaan yang luas untuk menampung tenaga kerja yang tersedia ternyata tidak segampang mengucapkannya. Buktinya, saat dunia usaha butuh tenaga kerja, saat itu juga pengangguran yang jumlahnya cukup banyak itu tidak dapat ditampung. Pasalnya, tenaga kerja yang tersedia dimaksud, tidak memiliki keterampilan sesuai yang dibutuhkan dunia usaha.

Akhirnya, dunia usaha kesulitan mencari tenaga kerja yang terampil sementara posisi tenaga kerja yang tersedia, tetap bertengger sebagai pengangguran.

Strategi Jitu

Kementerian Perindustrian memiliki strategi jitu untuk mengatasinya melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan secara berkala. Para tenaga kerja yang sedang menganggur direkrut untuk dididik dan dilatih sesuai bidang yang dibutuhkan dunia usaha hingga akhirnya si tenaga kerja dinyatakan lulus pendidikan dan pelatihan yang dilengkapi dengan sertifikat kompetensi.

Tantangan Indonesia yang sebenarnya adalah menumbuhkembangkan sektor industri sebagai sektor yang sangat berperan dalam menyelamatkan perekonomian nasional. Airlangga Hartarto yang kini selaku Menteri Perindustrian menjadi figur yang mumpuni dalam menghadapi masa tersebut sehingga Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang terpercaya untuk menuntaskan masalah itu.

Tumbuhkembangnya sektor industri di Indonesia sudah pasti mengkerek perekonomian nasional sekaligus memanfaatkan seluruh sumber daya alam yang begitu kaya di Indonesia.

Diolahnya sumber daya alam Indonesia menjadi produk jadi, secara otomatis akan mengangkat tingkat kehidupan masyarakat petani dan meningkatkan daya beli mereka.

Ditakar dari keberhasilan Airlangga Hartarto mengurangi pengangguran dan menumbuhkembangkan sektor industri selaku penyumbang devisa ke pundi-pundi negeri ini, rasanya tidak salah jika putra mantan Menteri Perindustrian alm. Hartarto dipercaya untuk memimpin negeri ini.

Seperti yang diucapkan pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Yogi Suprayogi Supandi bahwa Airlangga Hartarto yang adalah juga Ketua Umum Partai Golkar berpeluang besar untuk dipilih menjadi calon wakil presiden (cawapres mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Melihat kinerja Airlangga Hartarto ditambah lagi dengan kekuatan partai, sosok Airlangga Hartarto tentu sangat berpeluang besar dipilih menjadi Cawapresnya Jokowi

Kebesaran nama sebuah partai memang tidak jaminan menjadikan seseorang atau menjadikan Ketua Umumnya terpilih menjadi presiden atau wakil presiden. Akan tetapi rekam jejaknya selaku pribadi juga akan menentukan nasibnya.

Sosok Airlangga Hartarto dipandang sebagai sosok yang memenuhi syarat dari kalangan profesional dan nasionalis untuk mendampingi Jokowi sebagai Capres 2019. Peluang Airlangga menjadi cawapres bagi Jokowi di Pilpres 2019 sangat besar. (penulis adalah wartawan)

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar