Anis – Sandi Penuh Kepalsuan

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) mengkritik keras penanaman sejumlah pohon dan bunga palsu alias imitasi di DKI Jakarta seperti di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

“Bunga atau pohon kepalsuan Anies-Sandi di sepanjang jalan Jakarta banyak digugat oleh teman-teman saya. Memang lucu sekali ya, tanam bunga plastik (palsu) di trotoar di kota yang tanahnya masih subur,” kata Ketua Fakta Astina dalam keterangan tertulis, kemarin.

Menurut Astina, pilihan menanam pohon dan bunga palsu menggambarkan sikap dan perilaku penuh kepalsuan pengelola kotanya.

“Pengelola kotanya, gubernur dan wakil gubernurnya kok memberi pohon palsu, bunga palsu dan kepalsuan kepada warganya,” terangnya.

Setelah banyak kritikan akhirnya pohon dan bunga kepalsuannya Anis-Sandi tersebut dicabut. “Ya memang lucu ya Jakarta masih punya tanah di trotoar dan masih subur kok tanam bunga plastik palsu? Anehnya lagi proyek tanam pohon  bunga palsu itu diajukan oleh Dinas Kehutanan. Padahal letak bunga palsu di atas trotoar yang merupakan bagian kerja Dinas Pertamanan,” lanjut Astina.

Dari kejadian ini, terlihat bahwa Kota Jakarta dibangun oleh (bunga) kepalsuan karena tidak mampu memberikan yang sebenarnya. Keberadaan pilihan itu juga menunjukkan bahwa pengelola kota berhasil atas kepalsuan yang ditebarkannya.

“Jelas memang pembangunan Kota Jakarta hanya jadi proyek untuk kumpul uang semata,” ujar Astina.

Besarannya luar biasa dan cepat sekali pelaksanaan proyeknya tanpa dengar pendapat umum. Apakah lagi kejar target dana buat 2019. Dan, setelah pohon palsu dan bunga palsunya dicabut, bagaimana pertanggungjawaban uang warga di APBD yang sudah dikeluarkan.

“Memang apa saja yang sudah dilakukan Anies-Sandi untuk kota dan warga? Lagi bahwa pilihan memberi pohon atau bunga palsu di Jakarta berarti memalsukan keberadaan kota itu sendiri. Menampilkan pohon atau bunga palsu berarti memberi kepalsuan kepada warga Jakarta sendiri,” demikian Astina. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar