APBPI Dukung Tata Niaga Bawang Putih

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia (APBPI), Pieko Nyoto Setia mengatakan dunia usaha mendukung sepenuhnya program pemerintah yang menerbitkan tata niagara bawang putih.

‘’Saya rasa bagus sekali ya. Sehingga saya yakin, kebijakan ini menyentuh dua sisi, menyelesaikan keinginan atau program Kementan untuk penanaman bawang putih intensif dan membentuk suatu kemitraan dengan asosiasi pengusaha bawang putih Indonesia. Dengan adanya kemitraan dengan asosiasi ini maka anggotanya bisa terkontrol. Kemendag pun bisa melacak, harga dan rencana yang diimpor sangat jelas,’’ kata Pieko dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa.

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang menyiapkan tata niaga importasi komoditas bawang putih yang selama ini dilakukan secara bebas dan tidak terdata dengan baik.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pihaknya dan Kementerian Pertanian akan menyiapkan tata niaga importasi bawang putih dalam waktu dekat dan memenuhi beberapa persyaratan yang diatur.

“Sampai dengan saat ini kegiatan impor bawang putih itu tidak diatur. Maka kami akan mengatur tata niaga dalam waktu satu dua hari ini,” kata Enggartiasto, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin 8 Mei 2017.

Beberapa hal yang nantinya akan masuk dalam tata niaga importasi komoditas bawang putih tersebut antara lain adalah pengimpor harus mengantongi rekomendasi dari Kementerian Pertanian sebelum mengajukan izin impor di Kementerian Perdagangan.

Enggartiasto mengatakan bahwa dalam tata niaga importasi bawang putih tersebut tidak akan menerapkan skema kuota per tahun, dikarenakan bisa membuka peluang adanya praktek jual beli kuota yang pada akhirnya bisa menyebabkan tingginya harga di pasar konsumen.

Pemerintah memperkirakan total importasi bawang putih per tahun kurang lebih sebanyak 480-500 ribu ton. Pasokan tersebut didatangkan dari Republik Rakyat Tiongkok, India, Amerika Serikat, Swiss dan Malaysia. Sebanyak 99,25 persen pasokan Indonesia berasal dari Tiongkok.

Kenaikan harga bawang putih tersebut akibat dari adanya kenaikan harga bawang putih dari Tiongkok dalam tiga bulan terakhir. Pada Mei 2017, harga mengalami kenaikan kurang lebih sebesar 20 persen yakni sebesar 20,4 Yuan / atau setara dengan Rp39.350/kg.

Menurut Pieko, harga masih di angka Rp 38 ribu dan pihaknya tidak akan menjual lebih dari Rp 38 ribu. Bawang putih katanya, ada beberapa jenis, yang satu yang dijual 23 ribu itu garam fresh, yaitu produk baru. “Yang panen baru juga, sehingga harga HPP jauh lebih murah. Kita sudah menyediakan barang tersebut. Sekarang di China sedang panen raya sehingga di sana juga harga sedang turun,’’ jelasnya

Ditanya berapa banyak bawang yangakan diimpor, djawab belum tahu. “Tapi yang jelas dari Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia, akan mendatangkan bisa 100 kontainer atau 2900 ton,’’ katanya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar