Bangun Kereta Api Cepat Lebih Murah di China

a5b13869b1691308

JAKARTA, (tubasmedia.com) – China sebagai pemilik teknologi sekaligus produsen kereta cepat atau high-speed railways (HRS) mampu menekan biaya investasi 30% lebih murah dibanding negara-negara di Eropa. China tercatat telah menyelesaikan pembangunan jaringan kereta berkecepatan tinggi sepanjang 10.000 km.

Jaringan HSR China sekarang bahkan lebih besar dari jaringan HSR di seluruh Uni Eropa. Jaringan kereta cepat tersebut akan terus tumbuh, sebab terdapat rute sepanjang lebih dari 12.000 km kini sedang dalam proyek konstruksi di China.

“China telah mencapai prestasi yang luar biasa dalam membangun lebih dari 10.000 km jaringan kereta api kecepatan tinggi dalam periode enam sampai tujuh tahun dengan biaya unit yang lebih rendah dari biaya proyek serupa di negara-negara lain,” kata Gerald Ollivier, analis senior bidang transportasi Bank Dunia seperti dikutip dari situs resmi World Bank, Senin (20/7/2015)

China memulai proyek jalur kereta cepat pada 2003. Proyek pertamanya yaitu jalur sepanjang 404 km dari Qinhuangdao ke Shenyang dengan kecepatan maksimum saat itu 250 km/jam. Saat ini, China mencatatkan diri sebagai produsen HSR bagi negara-negara lain.

Sebagai produsen, China mampu menyediakan HSR di negaranya dengan biaya 30% lebih murah dibanding negara-negara di Eropa seperti Jerman maupun Prancis.

Menurut laporan yang dirilis Bank Dunia, selain jarak ada beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya biaya konstruksi kereta cepat. Faktor tersebut diantaranya bentang alam atau topografi sepanjang jalur yang dilintasi, kondisi cuaca seperti suhu yang sangat rendah dan biaya pembebasan lahan. (ril/sabar)

Jaringan HSR China sekarang bahkan lebih besar dari jaringan HSR di seluruh Uni Eropa. Jaringan kereta cepat tersebut akan terus tumbuh, sebab terdapat rute sepanjang lebih dari 12.000 km kini sedang dalam proyek konstruksi di China.

“China telah mencapai prestasi yang luar biasa dalam membangun lebih dari 10.000 km jaringan kereta api kecepatan tinggi dalam periode enam sampai tujuh tahun dengan biaya unit yang lebih rendah dari biaya proyek serupa di negara-negara lain,” kata Gerald Ollivier, analis senior bidang transportasi Bank Dunia seperti dikutip dari situs resmi World Bank, Senin (20/7/2015)

China memulai proyek jalur kereta cepat pada 2003. Proyek pertamanya yaitu jalur sepanjang 404 km dari Qinhuangdao ke Shenyang dengan kecepatan maksimum saat itu 250 km/jam. Saat ini, China mencatatkan diri sebagai produsen HSR bagi negara-negara lain.

Sebagai produsen, China mampu menyediakan HSR di negaranya dengan biaya 30% lebih murah dibanding negara-negara di Eropa seperti Jerman maupun Prancis.

Menurut laporan yang dirilis Bank Dunia, selain jarak ada beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya biaya konstruksi kereta cepat. Faktor tersebut diantaranya bentang alam atau topografi sepanjang jalur yang dilintasi, kondisi cuaca seperti suhu yang sangat rendah dan biaya pembebasan lahan. (ril/sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar