BDI Yogyakarta Pusat Pelatihan IKM Plastik

Laporan: Redaksi

Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Industri, Kementerian Perindustrian Drs Mujiyono MM

Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Industri, Kementerian Perindustrian Drs Mujiyono MM

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Balai Diklat Industri (BDI) Regional IV Yogyakarta akan dijadikan sebagai pusat pelatihan industri kecil menengah (IKM) berbasis logam dan plastik. Alasannya, Yogyakarta adalah merupakan daerah yang potensial di bidang induystri logam.

‘’Dan industri logam Yogyakarat maju pesat,’’ kata Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Industri, Kementerian Perindustrian Drs Mujiyono MM kepada wartawan di ruang kerjanya pekan silam.
Dijadikannnya BDI Yogyakarta menjadi pusat pelatihan IKM plastik selain karena industrinya maju pesat di kota gudeg tersebut, juga sekaligus ingin menelorkan tenaga-tenaga kerja terampil siap pakai. Artinya, tenaga-tenaga kerja yang dididik di BDI Yogakarfta, langsung b isa bekera dengan mutu yang sangat terjamin.

Namun tidak cukup hanya member pendidikan dan latihan. Seluruh ujpaya pendidikan dan latihan jika tidak didukung dengan peralatan permesinan yang memadai, upaya itu bisa jadi sia-sia dan tidak berguna.
Karena itu, pihaknya akan segera melengkapi BDI dengan peralatan praktek dan latihan yang dibutuhkan seperti mesin untuk workshop yang dibutuhkan industri plastik.

Untuk kelengkapan tersebut, BDI telah mendapat bantuan dari Dirjen Basis Induastri Manufaktur (BIM) Kemenperin senilai Rp 3,8 miliar dan dari Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin senilai Rp 3 miliar.

Menurutnya, BDI akan menjalin kerjasama dengan asosiasi plastik. Kerjasama ini dipandang perlu sebab pengolahan biji plastik sangat besar volumenya.

Pendidikan dan latihan khsus plastik tersebut, katanya bertujuan pula mengembangkan wawasan dan ketrampilan kewirausahaan bagi para pengusaha IKM. Selain menguasai teori indusri plastik, para IKM selepas mendapat pendidikan dan latihan, juga diharapkan tampil menjadi wirausahawan yang handal.

Sebagaimana diberitakan BDI Yogyakarta akan menerapkan sitem ‘jemput bola’. BDI sebagai subsistem pendidikan dan pelatihan di bawah Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian menyadari jika pelatihan diselenggarakan di daerah-daerah, akan lebih efisien dan lebih tepat. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar