Belum Maksimal Perhatian Pemerintah Kembangkan Industri Kapal

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pemerintah belum maksimal memberi perhatian untuk mengembangkan industri galangan kapal di Indonesia. Malah terkesan, buyer di dalam negeri masih lebih condong membeli kapal impor walau bekas ketimbang membeli kapal baru buatan dalam negeri.

Hal itu diutarakan pengamat industri perkapalan nasional, Soerjono kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin. Namun Soerjono menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Perhubungan yang punya rencana memesan 100 unit kapal dari industri galangan kapal dalam negeri.

Hanya saja lanjutnya, pesanan 100 unit kapal itu harus dilakukan secara bertahap, misalnya tahun ini 20 unit dan tahun depan 20 unit lagi dan begitu seterusnya sampai pesanan itu selesai dikerjakan.

Selain itu lanjut Soerjono, kontinyunitas pesanan kepada galangan kapal perlu ada jaminan sebab investasi yang dikeluarkan sebuah galangan kapal untuk melayani pesanan, cukup besar. Dan untuk mengembalikan investasi tersebut, galangan kapal seharusnya mendapat order yang berkelanjutan.

Dikatakan oleh Soerjono bahwa masalah utama yang dihadapi industri galangan kapal di dalam negeri adalah, sepinya pesanan untuk membangun kapal baru. Padahal penguasaan teknologi dan kemampuan sumber daya manusia kata Soeryono tidak perlu diragukan lagi.

Menjawab pertanyaan wartawan, dikatakan sekitar 40 persen kapal yang beroperasi di Indonesia sudah saatnya diganti dengan kapal baru karena ke-40 % kapal itu sudah memasuki usia tua.

Nah, lanjutnya, untuk mengganti kapal-kapal yang sudah tua itu saja dipercayakan kepada galangan kapal nasional, nilai pekerjaannya sudah cukup besar dan pengaruhnya kepada perekonomian nasional juga cukup besar.

‘’Para pemasok untuk memenuhi seluruh material pembangunan kapal akan berduyun-duyun, juga tenaga kerja akan terserap dalam jumlah yang sangat besar. Untuk mengerjakan satu kapal saja, dibutuhkan 500 orang,’’ jelasnya.

Ditambahkan oleh Soerjono, jika pembangunan kapal baru di dalam negeri ramai, industri komponen kapal juga akan tumbuh berkembang di dalam negeri. Penggunaan plat baja-pun akan meningkat.

‘’Pokoknya denyut jantung perekonomian nasional akan semakin   kencang bergerak,’’ katanya.

Oleh karena itu kata Soerjono, kita tidak perlu munafik dan ngapain harus beli kapal dari luar negeri. ‘’Pake saja kapal buatan dalam negeri. Karena dengan demikian, yang menikmati keuntungan bukan hanya industri galangan kapal saja, tapi perekonomian nasional akan terdongkrak,’’ jelasnya. (sabar)

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar