BEM se-DKI Jakarta Kepung Balaikota, Tuntut Anis-Sandi Mundur

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-DKI Jakarta menggeruduk Balaikota, tempat Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berkantor, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis siang (2/8).

Dari atas mobil komando, para demonstran berorasi menuntut Anies-Sandi mundur.

“Gubernur Anies tidak adil karena telah mencopot empat walikota Jakarta secara tiba-tiba. Dan ini menyalahi aturan,” teriak seorang orator.

Demonstran juga menyoroti adanya pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), di antaranya, anggaran untuk kolam ikan Balai Kota dan ditambahnya 73 ahli di Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) sehingga anggarannya melonjak tinggi.

“Juga dalam hal penjualan saham BUMD, yakni PT Delta, itu sangat merugikan. Urusan penjualan rumah dengan DP nol persen yang belum terealisasi hingga saat ini. Itu malah terindikasi sebagai pembohongan publik,” tutur Septino.

Mahasiswa menilai, Anies-Sandi telah bersikap inkonsisten dalam merealiasikan janji-janji kampanyenya. Bahkan, setiap hari, keluhan demi keluhan warga DKI Jakarta sudah kian tak tertahankan.

“Tidak ada prestasi, malah kian terpuruk,” ujarnya.

Usai menggeruduk Balaikota, massa BEM Se-DKI Jakarta juga bergeser ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Di sini, mereka menyuarakan agar Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) segera memproses laporan atas tindakan Anies-Sandi, yang menyalahi aturan dalam melakukan pemberhentian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kami juga meminta kepada DPRD DKI Jakarta untuk segera melakukan dan mewujudkan hak interpelasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta,” ujar Septino.

Aksi di depan Balaikota berlangsung selama satu jam lebih. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar