Benarkah Nazaruddin Dilindungi Pemerintah?

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Belum berhasilnya aparat penegak hukum Indonesia meringkus Nazaruddin telah mengakibatkan munculnya berbagai isu. Ada yang menyebut Nazaruddin tengah berpindah-pindah tempat (negara) dengan identitas palsu seperti menggunakan paspor aspal. Ada pula yang mengatakan Nazaruddin bersembunyi di Argentina.

Ada pula suara yang mengatakan Nazaruddin sudah dipegang oleh aparat pemerintah di sebuah negara. Selain itu ada pula sinyalemen yang menuding Nazaruddin sudah berada di Jakarta dan kini berada dalam perlindungan aparat pemerintah untuk sebuah negosiasi politik yang menguntungkan dirinya dan pihak yang selama ini dituding.

Anggota Tim Pengawas Kasus DPR untuk Kasus Bank Century, yang juga anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, membenarkan jika “hilang”-nya Nazaruddin membuka berbagai spekulasi politik dari berbagai kalangan. Mabes Polri yang pernah mengaku sudah mengetahui jejak Nazaruddin dan terus membayang-bayangi keberadaan Nazaruddin, hingga kini tak pernah angkat suara lagi melaporkan ke publik.

Bahkan Kementerian Hukum dan HAM yang mengaku sudah mengirim tiga tim untuk mengikuti ke mana Nazaruddin bergerak, juga tak mau bersuara. Padahal, masyarakat menunggu kepastian hukum perkembangan kasus dugaan suap dan korupsi tersebut. Tak heran jika akhirnya kasus tersebut memunculkan berbagai dugaan-dugaan.

“Dari kemunculan Nazaruddin terakhir di sebuah stasiun televisi swasta, hingga raibnya sekarang ini, orang bisa memberikan indikator-indikator berbagai spekulasi terhadap Nazaruddin, termasuk tuduhan kemungkinan Nazaruddin sudah berada dalam perlindungan pihak-pihak yang berkepentingan. Misalnya, oknum aparat pemerintah atau justru lawan-lawan politik yang ingin memanfaatkan Nazaruddin yang ingin mendiskreditkan Partai Demokrat,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum enggan menjawab isu kemungkinan Nazaruddin berada dalam perlindungan pemerintah dan kemungkinan tengah merancang skenario untuk memojokkan diri dan kelompoknya di Partai Demokrat.

“Hehehe…. Nanti kita ngopi mas. Kulo masih tugas luar kota,” ujar Anas Kamis (4/8/2011) malam di Surabaya, Jawa Timur seperti dilaporkan Kompas.

Menurut Bambang, ada beberapa indikator yang bisa dihubung-hubungkan dengan dugaan kemungkinan keberadaan Nazaruddin saat ini berada dalam perlindungan oknum aparat pemerintah.

“Indikator pertama adalah Nazaruddin sama sekali tidak mau lagi dan jarang bicara lewat telepon selulernya, jejaring sosial, BBM maupun berbicara ke stasiun televisi seperti biasanya. Kedua, terakhir dia berbicara di televisi, fokus tuduhan hanya ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan bukan kepada elit-elit di Partai Demokrat lainnya seperti yang pernah disebutkan beberapa waktu lalu,” ujar Bambang.

Indikator berikutnya, tambah Bambang, ada perubahan substansi dari apa yang disampaikan Nazaruddin dari terakhir komunikasi yang dilakukannya kepada sebuah stasiun televisi.

“Nazaruddin hanya menyebutkan keterlibatan orang-orang atau anggota Partai Demokrat yang menjadi teman-teman Anas Urbaningrum serta mereka yang dianggap melawan atau mengkhianati SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Sebut saja, Nazarudin menyebut nama-nama seperti Nirwan Amin dan Angelina Sondakh serta lainnya,” tambah Bambang. Bambang menyebutkan lagi, indikator lainnya adalah perintah Presiden Yudhoyono yang tidak tegas lagi.

Dalam catatan, sebelum terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat, Mei tahun lalu, Anas memang sempat diterpa isu dugaan kasus suap alat-alat kesehatan senilai Rp 900 miliar yang dikeluarkan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. (tim)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar