100 Budaya Cianjur Terancam Punah

Terbit 6 Maret 2012 - 12:30 WIB | Dibaca : 689 kali

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

CIANJUR, (TubasMedia.Com) – Lebih dari 100 seni budaya Cianjur punah karena kurang perhatian untuk melakukan pelestarian. Pasalnya, dari 125 seni budaya yang tercatat, kini yang masih eksis hanya sekitar 11 seni budaya.

Demikian Ketua Paguyuban Pasundan, Abah Ruskawan usai menggelar “Helaran Budaya Cianjur”, Jalan Siliwangi, Cianjur, Kamis silam. “Kepunahan seni budaya ini menunjukkan betapa minim minat masyarakat Sunda dan kurangnya perhatian Pemkab Cianjur untuk tetap menjaga eksistensi budaya Sunda di Cianjur,” katanya.

Kelestarian budaya, kata Abah, bukan lagi menjadi tanggungjawab budayawan seorang, namun menjadi tanggung jawab dan perhatian bersama, terlebih pemerintah daerah.

“Ada perhatian, tapi tidak optimal. Bagaimana mau budaya Sunda lestari, kalau seperti ini. Urusan menjaga kelestarian budaya tidak hanya menjadi persoalan budayawan sendiri, tapi seluruhnya, dengan didukung oleh pemerintah. Kepunahan budaya dan seni akan berimbas pada krisis identitas dan jati diri,” ucapnya.

Oleh karena itu, Abah mengatakan ke depan budayawan Cianjur akan mensirnegiskan visi dan tujuan dengan Pemkab Cianjur untuk lebih serius lagi mempertahankan seni dan budaya Sunda khususnya di Cianjur untuk mengembalikan jati diri sebagai orang Sunda.

“Kami sebagai budayawan yakin, jika seni dan budaya sunda kembali menjadi tuan rumah di tatar Sunda. Budaya dan etika-etika kehidupan bermasyarakat yang kini banyak menyimpang bahkan juga sering dilupakan akan kembali lagi di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kab. Cianjur yang turur hadir dalam acara tersebut, Himam Haris mengakui selama ini Pemkab Cianjur tidak memiliki anggaran khusus untuk pengembangan seni budaya. Namun, hal tersebut bukan kendala, karena ke depannya, pihaknya berencana akan bekerjasama dengan dinas pendidikan untuk memasukkan seni budaya ke sekolah-sekolah.

“Kalau yang kita pernah cobakan desa budaya, kita buat di lima desa. Sekarang rencananya, kita akan lakukan di sekolah-sekolah. Tapi teknisnya, satu sekolah kita fokuskan untuk satu kebudayaan. Rencana ini, kita harapkan bisa melestarikan budaya sunda,” ujarnya. (red)

Tweets

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button