Banyumas Kembangkan Usaha Mina Perdesaan

Terbit 7 Mei 2011 - 12:11 WIB | Dibaca : 2352 kali

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BANYUMAS, (Tubas) – Setelah berhasil mendapat predikat sentra ikan Gurami terbesar di Indonesia, kini Kabupaten Banyumas terus melakukan upaya pengembangan perikanan yang direspon positif dan mendapat dukungan pemerintah pusat. Satu diantaranya, bantuan dana untuk kegiatan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB) dari Dirjen Perikanan Budidaya Rp 3 Miliar untuk 30 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan).

PUMP-PB merupakan pemberian bantuan langsung kepada masyarakat (BLM) dengan cara swakelola. Dana ini digunakan bagi usaha produktif pembudidayaan ikan yang meliputi wadah budidaya dan pengadaan input produksi (benih, pakan, dan peralatan).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakkan) Kabupaten Banyumas, Hudi Utami dalam laporannya kepada Bupati Mardjoko, baru-baru ini, menjelaskan bantuan itu berdasarkan Pedoman Teknis Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB) Dirjen Perikanan Budidaya tahun 2011 dan surat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah tentang Pelaksanaan PUMP-PB Provinsi Jawa Tengah.

Dalam implementasi kegiatan PUMP-PB di Kabupaten Banyumas, Dinnakkan mensosialisasi kegiatan PUMP-PB kepada para Camat, Kades dan Pokdakan di Kawasan Minapolitan. Juga membentuk tim teknis dengan anggota dari unsur Dinas, Unit Pelayanan Pengembangan Perikanan (UPP), dan Tenaga Pendamping yang bertugas melaksanakan identifikasi, seleksi Pokdakan calon penerima bantuan. Tim telah melaksanakan tugasnya kepada 57 Pokdakan di Kabupaten Banyumas. (nas sibarani)

Tweets

Komentar Anda

  1. untuk mas Benny Budi Santoso coba anda buka saja koperasi mina banyumas yg kemaren tgl 28 september baru panen raya, atau lembaganya upp minamas, ato lembaga pelatihanya : pelatihan perikanan minamas kayanya semua ada facebooknya deh.. kebetulan saya kemaren hadir mewakili kelompok saya pas panen.

    untuk program PUMP kayanya hanya sebatas slogan.. ‘just project” dari oknum dinas yg mengatur.. yg tahun kemaren saja mana hasilnya.. mayoritas kelompok bubar.. dan gak ada hasilnya..
    mustinya aparat ato petugas intens dan melibatkan pihak independen.. milyaran uang negara sia-sia saja.. contoh pokdakan mina jaya desa karang salam.. belum setahun pelaksanaan.. bisa dilihat di jalan menuju universitas wijaya kusuma, PUMP gurame.. sekarang isinya nila dan dikuasai satu ato dua orang saja..notabene ‘bakul’.. anggota lain bubar.. dan masih banyak contoh.. pokdakan yg lain yg kebetulan saya datangi karena butuh benih gurame.. cerita2nya membuat saya yg mencoba usaha dengan modal pribadi menjadi ‘miris’…
    susah klo oknum dinas bermain..
    puluhan bahkan ratusan milyar uang negara digelontorkan di minapolitan banyumas ya tidak akan membuat satu perubahan kesejahteraan bagi petani…
    kapan perikanan indonesia mau maju..??

  2. Aslmkm. Maaf bpk, sebelumnya,, sy mahasiswa dari jurusan budidaya perairan undip, kalo boleh tau alamat dari pusat pembenihan ikan gurame di kab, banyumas itu dimana ya pak

  3. yang penting, semua pelakunya bisa amanah, sehingga tidak terjadi penyelewengan dana yang justru menjadikan masalah baru. sukses banyumas.

  4. Mohon kepada pengelola sebagian dana untuk pembelian benih dan disebarkan di sungai-sungai seperti program tahun lalu lumayan untuk refreshing mancing disungai sekarang dah cukup banyak ikan. LANJUTKAN!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button