Banyumas Kembangkan Usaha Mina Perdesaan


Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BANYUMAS, (Tubas) – Setelah berhasil mendapat predikat sentra ikan Gurami terbesar di Indonesia, kini Kabupaten Banyumas terus melakukan upaya pengembangan perikanan yang direspon positif dan mendapat dukungan pemerintah pusat. Satu diantaranya, bantuan dana untuk kegiatan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB) dari Dirjen Perikanan Budidaya Rp 3 Miliar untuk 30 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan).

PUMP-PB merupakan pemberian bantuan langsung kepada masyarakat (BLM) dengan cara swakelola. Dana ini digunakan bagi usaha produktif pembudidayaan ikan yang meliputi wadah budidaya dan pengadaan input produksi (benih, pakan, dan peralatan).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakkan) Kabupaten Banyumas, Hudi Utami dalam laporannya kepada Bupati Mardjoko, baru-baru ini, menjelaskan bantuan itu berdasarkan Pedoman Teknis Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB) Dirjen Perikanan Budidaya tahun 2011 dan surat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah tentang Pelaksanaan PUMP-PB Provinsi Jawa Tengah.

Dalam implementasi kegiatan PUMP-PB di Kabupaten Banyumas, Dinnakkan mensosialisasi kegiatan PUMP-PB kepada para Camat, Kades dan Pokdakan di Kawasan Minapolitan. Juga membentuk tim teknis dengan anggota dari unsur Dinas, Unit Pelayanan Pengembangan Perikanan (UPP), dan Tenaga Pendamping yang bertugas melaksanakan identifikasi, seleksi Pokdakan calon penerima bantuan. Tim telah melaksanakan tugasnya kepada 57 Pokdakan di Kabupaten Banyumas. (nas sibarani)

Berita Terkait

Komentar

Komentar