Biaya PLP di Pelabuhan Tanjung Priok Terlalu Tinggi

Terbit 10 September 2013 - 16:45 WIB | Dibaca : 459 kali

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Usulan penaikan biaya pindah lokasi penumpukan (PLP) atau relokasi peti kemas impor di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 21% yang disampaikan pengelola tempat penimbunan sementara (TPS) tujuan di pelabuhan itu, dinilai terlalu tinggi.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) DKI Jakarta Sofian Pane mengatakan jika alasan kenaikan karena menyesuaikan dengan biaya trucking pasca kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi mestinya usulan penyesuaian biaya relokasi peti kemas impor tidak sebesar itu.

“Kalau usulannya naik 21% itu [relokasi peti kemas] impor di Priok, sangat memberatkan pemilik barang dan akan menambah beban biaya logistik di pelabuhan,” ujarnya, Minggu (8/9/2013).

Sofian mengatakan, asosiasinya akan menghitung sekaligus mempelajari usulan kenaikan biaya relokasi peti kemas impor di Priok yang sudah diajukan operator TPS tujuan anggota asosiasi pengusaha tempat penimbunan sementara Indonesia (Aptesindo) di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

“Sudah kami terima draft usulannya, kami akan hitung terlebih dahulu dengan anggota kami (Alfi). Saya rasa kalaupun naik tidak sampai 21%. Kalau sampai 21% itu sih terlalu tinggi dan memberatkan pemilik barang,” paparnya. (red)

Tweets

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button