Fenomena Kemarau Basah Hingga Agustus

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sri Woro Budiati Harijono, mengatakan, fenomena kemarau basah akan terjadi hingga Agustus mendatang.

“Kemarau basah diperkirakan terjadi akibat peningkatan curah hujan di sebagian wilayah tanah air, khususnya Jawa dan Sumatera, mulai dari pertengahan Mei hingga akhir Agustus tahun ini,” jelas Sri Woro dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Sri, salah satu penyebab dari kemarau basah adalah terjadinya penyimpangan suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia di atas batas normal sehingga mengakibatkan penumpukan massa uap air yang menyebabkan peningkatan curah hujan.

Selain itu, angin dari timur yang biasanya kuat pada musim kemarau, melemah, karena adanya hambatan angin dari barat, yakni Samudera Hindia yang melintas di atas wilayah Indonesia bagian selatan ekuator.

“Ini menyebabkan peningkatan curah hujan di sepanjang pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan sebagian Maluku,” tegas Sri.

Dikemukakan, kemarau basah melanda 142 zona musim atau sekitar 8% dari luar wilayah Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau, tapi mengalami peningkatan curah hujan, sejak Mei lalu.

“Setidaknya Jawa, Sulawesi Selatan, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara, dan sebagian Maluku terkena dampak dari kemarau basah dengan terjadinya hujan lebat hingga Agustus mendatang,” kata Sri.

Sedangkan berdasarkan hasil analisis hingga akhir Mei, beberapa wilayah sudah memasuki musim kemarau. Namun, di sejumlah daerah kembali terjadi peningkatan curah hujan, seperti, sebagian Lampung dan Jawa sebagian kecil. (roni)

Berita Terkait

Komentar

Komentar