Harga Daging Sapi Lokal Stabil

Laporan : Redaksi

Sapi

Sapi

CILACAP, (Tubas) – Pelarangan impor sapi dari Australia oleh pemerintah beberapa waktu lalu ternyata tidak berdampak signifikan terhadap harga daging sapi di pasar.

Di Cilacap, Jawa Tengah, masyarakat justru memilih daging sapi lokal karena lebih segar dan tidak berair. Kekhawatiran pelarangan impor sapi tersebut akan berimbas kepada naiknya harga daging di pasaran hingga saat ini belum terbukti.

Seperti di Pasar Sidodadi, Cilacap, harga daging sapi masih stabil pada kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 62 ribu per kilogramnya. Bahkan, konsumen daging sapi di Cilacap memilih daging sapi lokal ketimbang daging sapi impor. Sebab, daging sapi lokal lebih segar dan tidak banyak mengandung air, juga tidak berpenyakit.

Seorang penjual daging di pasar tersebut, Sumini mengatakan, selama ini para konsumen lebih banyak mencari daging sapi lokal daripada daging sapi impor. “Selain harganya yang stabil, daging sapi lokal lebih segar,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga daging sapi hanya terjadi ketika Hari Raya saja, seperti Idul Fitri, Natal, dan Imlek. Pelarangan impor sapi ini dipicu tayangan sebuah televisi lokal Australia. Dalam tayangan tersebut divisualisasikan proses penyembelihan sapi yang tidak sesuai prosedur, sehingga pemerintah Australia mengambil langkah tegas dengan melarang ekspor sapi ke Indonesia selama enam bulan ke depan.

Dengan larangan impor sapi dari Australia, diharapkan pemerintah bisa memaksimalkan potensi sapi lokal agar bisa meningkatkan taraf hidup peternak sapi lokal serta bisa mencapai swasembada daging. (estanto)

Berita Terkait

Komentar

Komentar