Integritas Indonesia Sebagai Bangsa Memprihatinkan

Terbit 16 Maret 2011 - 09:25 WIB | Dibaca : 747 kali

Laporan : Redaksi

Hendardi

Hendardi

JAKARTA, (Tubas) – Setara Institute prihatin melihat makin lemahnya Pancasila sebagai ideologi negara di Indonesia. Hal itu mengacu kepada makin lemahnya toleransi antarumat beragama saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi saat diterima Ketua MPR RI Taufiq Kiemas dan para Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli dan Ahmad Farhan Hamid di MPR, Selasa (15/3/2011).

Dalam kesempatan itu, Hendardi menyampaikan keprihatinan terhadap integritas Indonesia sebagai sebuah bangsa yang majemuk. “Hasil kesimpulan Setara dari berbagai pengkajian dan riset secara umum kami simpulkan integritas Indonesia sebagai bangsa berada pada kondisi yang memprihatinkan,” ujar Hendardi.

Hendardi menambahkan, beberapa indikatornya adalah adanya penguatan politik indentitas, arus politik penyeragaman atas nama agama dan moralitas melalui produk legislasi nasional dan legislasi daerah.

Pembiaran pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan, dan arus radikalisasi di berbagai sektor pendidikan, kementerian, organisasi-organisasi kemasyarakatan dan lain-lain.

Yang lebih memprihatinkan menurut Hendardi, dari hasil survei terbaru Setara Institute pada November 2010, menunjukkan bahwa Pancasila tidak lagi menjadi ideologi yang mampu mengikat Indonesia sebagai bangsa. Sebaliknya dukungan terhadap gagasan syariat Islam dan sistem khilafah Islam semakin membesar.

“Di dalam kondisi yang demikian kami telah mengambil sikap tegas untuk meralat integritas bangsa dan mendorong pemenuhan hak-hak konstitusional warga negara dengan menggunakan Pancasila dan konstitusi sebagai ideologi. Gagasan empat pilar yang diusung oleh MPR ini sejalan dengan kampaye kami menolak arus politik penyeragaman atas nama agama dan moralitas,” jelas Hendardi. ***

Tweets

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button