Kalsel Segera Miliki Pengolahan Biji Besi

Terbit 9 September 2012 - 08:00 WIB | Dibaca : 791 kali

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Proyek smelter (pengolahan bijih besi menjadi besi spons) berkapasitas 315.000 ton per tahun senilai US$150 juta di Batu Licin, Kalimantan Selatan segera beroperasi pada akhir tahun ini.

Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin mengatakan, proyek tersebut merupakan satu dari total tiga proyek smelter bijih besi yang segera beroperasi di Kalsel.

Proyek pengolahan bijih besi menjadi besi spons tersebut digarap oleh Antam (34%) bersama PT Krakatau Steel (66%) dan mereka membentuk perusahaan patungan Meratus Jaya Iron & Steel.

“Meratus Jaya sudah 90%, tinggal pelabuhan dan jalan. Saya kira akhir tahun ini sudah bisa rampung dan mulai beroperasi,” ujar Rudy ketika ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, baru-baru ini.

Menurut Rudy, pemda juga berpartisipasi dalam proyek smelter itu berupa pemberian lahan seluas 200 hektar. Namun, nilai lahan tersebut baru akan dihitung setara dengan sekian persen saham, setelah proyek tersebut jadi.

“Ada saham pemda juga di sana, imbreng lahan sekitar 200 hektare. Itu belum kita hitung berapa persennya, nanti setelah total investasi ini baru nilai imbreng akan ditentukan,” ujarnya.

Rudy mengatakan, smelter Meratus Jaya itu akan menjadi yang pertama beroperasi di Kalsel. Selain itu, ada lagi proyek smelter milik PT Sebuku Iron Lateritic Ore dan PT Delta Prima Steel. Namun keduanya saat ini masih dalam tahap konstruksi.

“Jadi nanti total akan ada tiga smelter untuk besi baja. Bahan bakunya dari Kalsel sendiri, tapi belum berproduksi karena baru mau jadi. Yang satu hampir selesai [Meratus Jaya], yang dua lagi sedang dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Ada pun PT Sebuku Iron Lateritic Ore akan mengolah bijih besi menjadi besi spons berkapasitas 1 juta ton per tahun di Sebuku, Kalsel. Smelter ini ditargetkan beroperasi pada 2014. Selanjutnya, PT Delta Prima Steel juga akan mendirikan smelter bijih besi berkapasitas 300.000 ton di Kabupaten Tanah Laut, Kalsel.

“Terkait pasokan listrik, itu listriknya nanti mereka bangun sendiri, masing-masing punya power plant yang dibangun sendiri,” tambah Rudy.

Ia menjelaskan, sumber daya alam yang banyak ditemui di Kalsel adalah bijih besi dan batu bara. Jumlah pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) di daerahnya total di atas 900 IUP. Ada pun produksi batu bara di Kalsel bisa mencapai 100 juta ton per tahun.

“Bijih besi sama batu bara, itu yang paling banyak. Mungkin kalau ditotal semua kabupaten, jumlahnya lebih dari 900 IUP. Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, yang punya batu bara itu 9 kabupaten,” ujarnya. (red)

Tweets

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button