Konsumen Otomotif Indonesia Lebih Suka Merek Asing

Terbit pada 22 Februari 2012 - 21:00 WIB | Berita Otomotif | Dibaca : 268 kali

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Porsche memakai nama “Macan” untuk calon sport utility vehicle (SUV) terbarunya di Jerman. Menariknya, nama ini diambil dari bahasa Indonesia dan pemilihan itu seakan membuka mata prinsipal lain untuk memandang Indonesia.

Namun, minimnya penggunaan nama Indonesia pada produk otomotif bukan tanpa sebab. “Nama Indonesia pernah dipakai seperti Kijang (untuk produk Toyota sampai sekarang), Daihatsu Zebra dan Taruna,” kata Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusdi, di Jakarta, Senin (20/2). Tapi makin ke sini, lanjutnya, makin jarang dipakai lantaran orang Indonesia lebih suka nama-nama berbau luar negeri.

Sebagai pebisnis otomotif, menurut Sudirman, setiap pabrikan tentu memproduksi mobil berdasarkan permintaan konsumen. Termasuk pemilihan nama produk. “Kalau hasil surveinya kurang bagus, tentu tak bisa dipaksakan,” lanjutnya.

Pendapat itu, tak sepenuhnya benar karena ada fakta berbicara. Siapa tak kenal “Kijang” yang sejak 1970-an sampai kini menjadi produk andalan Toyota. Nama lain, Zebra, minibus dari Daihatsu cukup sukses di pasar nasional, termasuk juga Tarunanya. Kemudian, di era 1990-an muncul sedan nasional dengan nama “Timor” sangat diterima pasar.

Nah, dari contoh-contoh di atas jelas sekali, pemakaian nama Indonesia bisa diterima konsumen, tergantung dari kualitas dan asal produk. Datsun di Indonesia juga pernah memproduksi pikap (pick-up) dengan nama “Sena” namun kurang sukses. (red)

Tweets

Komentar Anda

Copyright © 2012 TubasMedia.com - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button