Lamanya Penumpukan Petikemas di Priok Ibarat “Kolesterol”

Loading

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Penumpukan petikemas yang sangat lama di terminal kontainer oleh pemilik barang diibaratkan sebagai “kolesterol”. Demikian dikemukakan General Manager Indonesia Port Corporation (IPC) atau PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, Ari Henryanto, di Bandung, minggu lalu.

Menurut Ari, di sisi lain enak dirasakan, namun itu adalah ancaman “bom waktu” yang bisa merugikan terminal itu sendiri. Selain masalah penumpukan, katanya, keterbatasan lahan oleh Pelabuhan Priok juga menjadi pemicu tingginya yard occupancy ratio (YOR).

Untuk itulah direvitalisasi lahan dengan memanfaatkan lapangan di “Inggom” yang tersedia sekitar sembilan hektare, kata Ari seraya menambahkan, namun hal itu belum juga mencukupi jika dibandingkan arus petikemas yang terus bertambah.

Di samping itu, ada lahan yang bisa dimanfaatkan di kawasan Marunda seluas 90 ha, tetapi perlu persetujuan Bea dan Cukai, karena menyangkut wilayah pabean di mana Marunda bukan termasuk Priok, namun termasuk wilayah Bea dan Cukai Halim Perdanakusuma, katanya.

Sementara itu, di depan puluhan wartawan yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepelabuhanan di Bandung, Ari mengatakan, pendidikan yang berlangsung sehari itu merupakan perwujudan kemitraan antara IPC dengan seluruh wartawan yang melakukan jurnalistik di lingkup Pelabuhan Tanjung Priok. (darussalam kadis)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS