LPSE Kabupaten Malang Diduga Sarang Pungli

Terbit 10 Juli 2012 - 13:00 WIB | Dibaca : 702 kali

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

MALANG, (TubasMedia.Com) – Lembaga Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE), merupakan lembaga yang mempunyai otoritas penuh untuk melaksanakan kegiatan pengumuman tender proyek milik Pemerintah, di mana harus menerapkan semua aturan sesuai dengan perundang-undangan maupun Perpres yang berlaku.

Namun dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, malah sebaliknya. LPSE Kabupaten Malang, diduga sarang pungutan liar (pungli).

Lembaga layanan ini yang seharusnya bisa mencerdaskan generasi bangsa dalam keterbukaan informasi publiknya, malah justru berbau aroma pungli, dimana adanya suatu permainan dengan mafia proyek.

Terlihat jelas saat proses lelang tender proyek yang tak dapat terakses dengan sempurna, belum lagi diduga adanya oknum pejabat LPSE Kabupaten Malang berkolaborasi dengan makelar proyek untuk meminta jatah pengamanan IT kepada sejumlah rekanan yang memegang proyek dengan besaran sekitar 2% sampai 2,5% dalam bentuk paket proyek.

Menanggapi hal ini, menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, mengakui untuk sulitnya bagi rekanan yang masuk lewat LPSE, dikarenakan ada hacker lokal yang mengunci password sehingga server koneksinya menjadi lemot. “Enggak mungkin Pemkab Malang tidak tahu soal server ini, toh yang menyediakan servernya kan juga mereka,” katanya saat ditemui wartawan.

Ditambahkan, bahwa oknum pejabat bagian PDE dan LPSE Kab.Malang kerap kali mengadakan pertemuan dengan makelar proyek guna mematangkan teknis maupun pelaksanaan terkait pengamanan IT ini, yang selanjutnya makelar proyek nanti akan berkomunikasi dengan para rekanan yang memegang proyek.

Dia melanjutkan, sampai saat ini sudah terjadi kesepakatan antara ketiganya (oknum pejabat LPSE,makelar proyek dan rekanan-red). Ia mencurigai adanya aroma KKN sangat besar dalam perkara ini, mengingat nilai lelang proyek ratusan miliar dimenangkan oleh CV.Tata Laksana milik pengusaha Erick AT,yang suatu misal pada proyek DAK Pendidikan lalu. Sedangkan untuk pemenang lelang proyek tersebut diduga telah mengucurkan dana untuk pengamanan IT kepada LPSE melalui makelar sesuai besaran nilai yang sudah disepakati. (ari)

Tweets

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button