Masyarakat di Daerah Kumuh Mulai Dilirik Cagub DKI

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Masing-masing peserta Pilkada di DKI Jakarta untuk merebut kusri gubernur, telah melakukan berbagai kegiatan dan cara untuk merebut hati para pemilih. Selain itu, mereka langsung berdialog dengan masyarakat, terutama yang tingggal di daerah kumuh.

Lebih menarik lagi, momen atau setiap kesempatan menjadi ajang perlombaan bagi para calon. Seperti banjir yang melanda Jakarta beberapa minggu ini, menjadi salah satu perhatian dan kesempatan yang dilakukan peserta incumbent, Fauzi Bowo di Cilandak dan Jakarta Barat baru-baru ini.

Hal yang sama juga dilakukan oleh calon yang diusung Partai Keadilan Sejahtera PKS), Hidayat NUr Wahid. Selain berdialog langsung dengan masyarakat yang tinggal di bantaran kali, juga sering melakukan kegiatan agama sekaligus pencerahan rohani. “Ini sudah tugas dari saya,” katanya kepada wartawan baru-baru ini.

Selain itu, Hidayat Nur Wahid, juga menyoroti biroktasi karena dia khawatir, jika birokrasi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dijadikan alat untuk memenangkan kandidat tertentu. Dalam hal ini, ia meminta kepada seluruh kandidat untuk membiarkan proses demokrasi berjalan secara alami.

“Jangan sampai proses dan hasil Pilkada di Jakarta lebih buruk dari daerah lainnya, misalnya karena menghalalkan segala cara sehingga birokrasi dikerahkan,” ungkapnya baru-baru di acara diskusi seminar “Reaktualisasi Peran Masjid sebagai Peradaban Islam” di Universitas Al-Azhar, Jakarta.

Hal ini dikatakan, bila dilakukan sudah termasuk dalam pelanggaran hukum. Pilkada untuk merebut gubernur, ditegaskan adalah sebuah proyek untuk mengabdi kepada rakyat. “Jangan malah mau cederai kedaulatan rakyat,” tutur Hidayat.

Dalam Pilkada yang diduga akan dua putaran, Hidayat membantah adanya kesepakatan di antara para kandidat untuk melakukan koalisi jika pemilihan memasuki tahap kedua. Koalisi itu, dikabarkan, untuk menjegal pencalonan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

“Saya tidak bisa melarang orang berbuat apa pun, tapi kalau menurut saya itu hal tak perlu sampai mau mengeroyoki beliau. Berikan masyarakat yang terbaik, suasana kondusif dan biarkan berjalan begitu saja proses demokrasi ini,” tandas mantan Ketua MPR ini.

Yang sudah pasti, sudah ada enam pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta secara resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta. Sebanyak empat pasang maju dari jalur partai politik yakni pasangan Jokowi-Ahok, Alex Noerdin-Nono Sampono, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.

Sedangkan dua pasangan lainnya sudah lebih dulu maju melalui jalur independent, yaitu Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Supandji-Riza Patria. Keenam pasangan ini akan bersaing memperebutkan kursi DKI 1 dan DKI 2. (aru/apul)

CATEGORIES
TAGS