Membangkitkan Rasa Percaya Diri

Terbit 1 Agustus 2011 - 16:30 WIB | Dibaca : 1010 kali

Oleh: Tini

Ilustrasi

Ilustrasi

DENGAN rasa percaya diri yang besar, seseorang dapat mencapai keberhasilan di dalam setiap usaha untuk sampai pada tujuannya, oleh karena rasa percaya diri merupakan satu faktor penunjang untuk meraih cita-cita.

Rasa percaya dirilah yang membuat langkah kita terasa ringan dan mantap. Sedang apabila kita kurang rasa percaya diri, yang terkadang muncul disaat kita menghadapi suatu kegiatan yang baru atau masalah besar, perasaan menjadi tidak menentu. Rasa kurang percaya diri dapat tampil dalam bentuk: ragu-ragu, rasa rendah diri, sulit menyesuaikan diri, mudah tersinggung, tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, merasa terkucil di dalam pergaulan dan sebagainya. Hal ini sangat tidak menguntungkan.

Sebagai hamba Tuhan, yang percaya bahwa Tuhan Mahamengetahui, Mahabijak, Maha Pengasih dan Penyayang, dan kepada hamba yang selalu taat akan mengalir daya kekuatan-Nya, maka seharusnya kita mampu membangkitkan rasa percaya diri di mana pun. Kita harus senantiasa sadar bahwa Tuhan menuntun setiap langkah kita apabila kita sungguh percaya kepada-Nya. Dan kita pun harus percaya bahwa Tuhan selalu ada dan beserta kita setiap saat.

Apabila kita sungguh-sungguh menyadari bahwa “Hanya Tuhan/Allah-lah, maka langkah kita di sumber kekuatan kita, para hamba-Nya, maka dalam melakukan segala kegiatan sehari-hari atau memecahkan suatu masalah akan mantap. Rasa kurang percaya diri akan segera sirna. Kita merasa yakin pada diri sendiri, dengan cara terus mendekat kepada-Nya, memohon berkah, tuntunan, serta perlindungan kepada-Nya.

Rasa kurang yakin pada diri sendiri seringkali disebabkan oleh penilaian yang negatif terhadap diri kita sendiri. Untuk mengatasi hal ini, perlu ditanamkan pada diri sendiri bahwa, “Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.” Tidak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna. Kekurangan dalam diri kita dapat berupa: wajah yang tidak cantik/ganteng, tidak kaya, kurang pandai dalam mata pelajaran tertentu, mempunyai tubuh cacat dan lain-lain.

Terhadap kekurangan/kelemahan tersebut sebaiknya kita bersikap menerima kenyataan yang ada. Kita menerima segala kekurangan yang ada dengan ikhlas, begitu pula dengan kelebihan yang ada pada diri kita. Kita tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain yang lebih mujur (menurut kaca mata kita), tidak perlu iri pada kelebihan orang lain. Sebenarnya watak menerima adalah apabila kita tidak mengingini milik orang lain, dan tidak iri akan keberuntungan orang lain, maka orang yang menerima pada keadaan diri sendiri itu dapat disebut orang yang bersyukur kepada Tuhan.

Dengan demikian, kita tidak perlu “meratapi” kekurangan atau kelemahan kita sendiri serta menginginkan kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Hendaknya kita menerima diri kita ini seperti apa adanya, bahkan sebaiknya kita dapat mengembangkan setiap kelemahan yang ada ke arah yang positif.

Jadi, sebenarnya rasa percaya diri adalah rasa bersyukur kepada Tuhan atas segala yang dianugerahkan kepada setiap pribadi, tidak membandingkan keadaan dengan kehidupan orang lain secara negatif, dan sungguh percaya bahwa sumber kekuatan adalah hanya pada Tuhan semata, yang menciptakan seluruh alam dan seisinya.

Kekuatan kita yang sebenarnya adalah kekuatan-Nya, dan kita dapat merasakannya apabila kita sungguh taat melaksanakan semua proses kehidupan hanya atas nama Tuhan saja, serta karena cinta kita kepada Tuhan sebagai hamba-Nya.

Marilah kita membangkitkan rasa percaya diri agar berhasil dalam setiap usaha kita untuk meraih cita-cita yang luhur. Semoga Tuhan selalu memberi tuntunan-Nya kepada kita semua. Amin. ***

Tweets

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button