Pedagang Tugu Malang Tolak Direlokasi

Terbit pada 22 Februari 2012 - 17:00 WIB | Berita Usaha | Dibaca : 283 kali

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

MALANG,(TubasMedia.Com) – Sebanyak 459 pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu Malang menolak direlokasi. Pasalnya, lokasi yang disiapkan dinilai akan merugikan, karena masuk melalui area kompleks militer Kodam V Brawijaya.

Penolakan tersebut disampaikan Machmudi, Wakil Ketua Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu Malang, kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di salah satu rumah pedagang di Kota Malang, baru-baru ini.

Wisata Belanja Tugu Malang tersebut hanya dibuka seminggu sekali, khusus hari Minggu, berlokasi di Jalan Semeru Kota Malang, di sebelah stadion Gajayana. “Penolakan oleh 459 pedagang itu, karena pedagang juga berhak menggunakan fasilitas umum, yakni Jalan Semeru. Jalan Semeru, sangat cocok menjadi wisata Belanja. Pengunjungnya sangat ramai dan sudah pernah meraih juara kedua kategori pasar pagi di Jawa Timur,” katanya.

Wisata Belanja Tugu itu, jelas Machmudi, adalah kegiatan ekonomi mikro di bawah binaan Pemkot Malang. Jika direlokasi ke Jalan Belanegara, kompleks militer Kodam V Brawijaya, lokasinya bukan milik Pemkot Malang. “Makanya, kita tidak mau menempati di sana,” katanya.

Selain itu, jika pun pedagang menempati lokasi tersebut, ia menegarai akan ada tambahan pungutan yang tidak jelas peruntukannya. “Kalau menggunakan jalan bela negara, juga tak akan bisa menampung 459 pedagang. Di lokasi itu hanya bisa menampung 340 pedagang,” katanya.

Machmudi mengatakan, sebanyak 459 pedagang itu, sudah menghasilkan retribusi untuk Pemkot Malang yang per bulannya mencapai Rp 100 juta. “Kita sudah tak mendapatkan bantuan apa-apa dari Pemkot Malang. Tapi kita yang memberikan pendapatan. Jadi, tidak beralasan kalau kami direlokasi,” katanya.

Pedagang wisata itu sudah 5 kali direlokasi. Dari Semeru kembali lagi ke Semeru, dan saat ini akan kembali direlokasi. “Yang jelas, apa pun yang terjadi, pedagang tak akan mau dipindah lagi,” tegas Machmudi. (red/anthon)

Tweets

Komentar

  1. andik mengatakan:

    semoga janji yang diucapkan oleh pak wali bahwa pasar wisata tuga tetap di semeru dan menjadikan ikon kota malang yang mengangkat perekonomian masyarakat kecil dalam hal padagang tidak dengan asal ngomong aj,lagian di belanegara kawasannya kurang menampung semua pedagang,trims

  2. corriaquino mengatakan:

    Wisata Belanja Tugu Mlg telah mendapat piagam penghargaan dari Gubernur Jatim karena menjadi juara 2 dlm ajang Anugrah Wisata Nusantara tingkat propinsi. oleh krn itu Wisata Belanja Tugu Mlg telah menajadi ikon di kota Malang. Kalau mau dipindah.. saya rasa aneh saja, ada apa dibelakang ini semua??? Area jln. semeru sudah tepat..krn itu lokasi yg strategis dr sgala arah, apalgi ada car free day di jln. ijen. Area Belanegara sama aja dgn rampal.. sapa yg mau beli??area yg tdk strategis, fasilitas yg tak memadai. Semoga Pemkot Malang tegas dlm hal ini.. membela kaum minoritas yg membutuhkan makan.

  3. muji mengatakan:

    :smile: relokasi sebaiknya diperhitungkan kembali dech, cuma perlu penataan ulang mengingat jl tsb juga ada pemukiman yg notabene elit.pihak2 terkait pasti udah paham ngaturnya yg penting simbiosis mutualisme dan car free day sangat mendukung “GLOBAL WARMING” apalagi ada stan khusus PENGETAHUAN, PENDIDIKAN, ato apalah yang bisa lebih menarik warga malang raya juga jgn lupa penataan area parkir. (mungkinkah angkot digalakkan sekian persen untuk bisa ke area car free day atau area car free day nya yang di oplos. terima kasih bapak-2 ibu-2 pengurus semua itu. MALANG PANCEN OYE

Komentar Anda

Copyright © 2012 TubasMedia.com - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button