Petani Tembakau Temanggung Terapkan Sistem Baru

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TEMANGGUNG, (Tubas) – Beberapa tahun terakhir ini, petani tembakau di Kabupaten Temanggung sering kali mengalami kerugian, akibat dari gagal panen. Buruknya cuaca memang menjadi penyebab utama kegagalan tersebut. Tingginya curah hujan membuat tembakau membusuk dan bahkan mati.

Mudiyono, seorang petani asal Dusun Maliyan, Desa Sidorejo, Kabupaten Temanggung mempunyai cara tersendiri untuk mengurangi kegagalan panen tersebut. Yakni dengan metode tanam rumah. Dijelaskan, selama ini dia telah menerapkan sistem tersebut, yakni dengan menanam bibit tembakau menggunakan polybag.

Bahan-bahan yang digunakan untuk metode tanam rumah dianggap lebih ringan, yakni hanya bibit, polybag, tanah dan pupuk organik. Pengerjaannya pun relatif lebih singkat. Pertama-tama bibit dimasukkan dalam polybag ukuran 0,5 ons, yang telah dicampur dengan tanah dan pupuk organik secukupnya.

Setelah itu bibit yang telah ditanam di polybag diletakkan di atas kotak kayu terbuka berukuran 1×0,5 meter. Setiap harinya bibit tembakau tersebut harus dijemur di bawah terik matahari secara langsung selama 2 minggu tanpa terkena hujan. Setelah akar dan daun itu tumbuh, barulah bibit ditanam di sawah. Dengan begitu, risiko kegagalan panen bisa dikurangi hingga mencapai 80 persen.

Selain itu dengan metode tanam rumah, pertumbuhan juga dirasa lebih cepat dan hasil lebih baik. Tidak hanya itu, juga menghemat biaya, karena tidak perlu lagi membeli bibit untuk cadangan, jika pohon yang telah ditanam mati seperti metode konvensional. (sarjito s)

Berita Terkait

Komentar

Komentar