PT Pindad Produksi Tank Tempur

Terbit 20 Oktober 2012 - 06:00 WIB | Dibaca : 4834 kali

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BANDUNG, (TubasMedia.Com) – PT Pindad memulai tahapan untuk membuat tank medium dengan bobot sekitar 20 ton. Ditargetkan pada 2014 prototype tank tempur ini sudah jadi. Menurut Kepala Sekretariat Perusahaan, Iwan Kusdiana, pembuatan tank tempur menjadi salah satu target pengembangan produksi ke depan. Ini merupakan produk baru bagi Pindad.

Iwan menuturkan, pengembangan dilakukan tanpa ada proses kerja sama mau pun alih teknologi (ToT) dengan perusahaan tank dari luar negeri. “Kita tidak kerja sama dengan luar. Kita kembangkan sendiri,” kata Iwan saat menerima rombongan press tour Kemenko Polhukam di Bandung.

Terkait dengan kebijakan pemerintah yang memborong tank medium Marder dari Jerman, sejauh ini juga belum jelas mengenai alih teknologinya. Bahkan, dalam pengembangan tank, Pindad juga tidak akan meniru tank ini.

Kepala Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad Hery Mochtady menambahkan, tank yang sedang dikembangkan Pindad akan mengacu pada kebutuhan dan permintaan TNI. “Kita tidak meniru dari mana, dari mana. Kita desain sesuaikan requirement kavaleri TNI,” jelas dia.

Sejauh ini tahapan yang dilalui telah sampai pada pembuatan desain. Dalam pembuatan desain, dilibatkan kavaleri. Tapi tidak sampai mereka masuk lebih jauh ke dalam. “Target kita pada 2014 sudah jadi prototype. Setelah prototype jadi, kita mulai produksi,” tegasnya.

Dia menambahkan, sejauh ini proses ToT kendaraan khusus hanya menyangkut panser cannon 90 mm yang dibeli pemerintah sebanyak 22 unit. Dari jumlah itu, 11 di antaranya dirakit oleh PT Pindad.

Ada pun terkait Marder, Pindad belum mengetahui seperti apa mekanisme pengadaannya, termasuk keterlibatan Pindad untuk ToT. “Itu kan satu paket dengan Leopard. Kita belum tahu perjanjiannya seperti apa,” tuturnya.

Prestasi Produksi

Asisten Deputi I Kemenko Polhukam Fathan Harun menyebut, keberadaan industri persenjataan tanah air sangat penting untuk mendukung penguatan kemampuan pertahanan dan keamanan. Sejauh ini, PT Pindad juga telah menunjukkan prestasi dengan memeroduksi produk-produk alat pertahanan dan keamanan yang berkualitas.

Saat ini PT Pindad tengah menyelesaikan sekitar 61 Panser 6X6 Anoa pesanan TNI Angkatan Darat. Jika ditotal, telah ada sekitar 200 Panser yang diproduksi industri strategis BUMN itu. Ditambahkan Kepala Sekretariat Perusahaan Iwan Kusdiana, sejauh ini ada beberapa varian Panser yang diproduksi. Di antaranya, angkut personel, ambulans, recovery, komando, dan angkut logistik.

Beberapa negara telah memesan panser dari PT Pindad, di antaranya Malaysia. “Mesin kita beli sesuai pesanan, bisa Renault bisa Mercedes,” katanya.

Dia berharap ke depan mesin panser tidak didatangkan dari luar negeri. “Kita pernah kerja sama dengan Texmaco, tapi berhubung Texmaco kolaps, kita beli dari luar negeri. Ke depan kalau ada industri di Tanah Air yang bisa menyediakan mesin sekelas yang kita gunakan, pasti kita gunakan dari dalam negeri,” sebut dia.

Ada pun pelat yang digunakan, sudah berasal dari dalam negeri, yakni dari Krakatau Steel. PT Pindad membanderol harga per unit Panser Anoa dalam kisaran Rp 8 miliar, tergantung spesifikasi yang dipesan. (red)

Tweets

Komentar Anda

  1. Sebaiknya PT Pindad membuat Multiple Rocket Launcher System yang berdaya jangkau jauh sebanyak banyaknya,sampai 500 atau 1000 km jangkauan nya itu lebih berguna dari pada membuat Tank,konsep perang dimasa mendatang itu gak perlu kita kirim Pasukan atau Tank di perbatasan tetapi cukup tekan tombol sana sini musuh sudah hancur dimanapun posisinya.

  2. Perang pakai Tank itu sekarang sudah kuno,tidak ada tank kuat menahan gempuran rudal yang diluncurkan dari MRLS yang berdaya ledak tinggi,mendingan PT pindad membuat super bazooka yang bisa menjungkalkan MBT nya negeri jiran itu lebih bermanfaat,German saja sudah menjual sebagian besar MBT nya.

  3. Bangsa ini adalah bangsa besar,pasti mampu menjuarai produksi alutsista termodern. Tank kebanyakan akan kocar kacir oleh rudal anti tank,maka pindad harus kerjasama dengan pihak perguruan tinggi khususnya IT dan Teknik elektro,untuk kembangkan tank anti rudal dan anti pesawat,dengan CMS yang didesign oleh putra2 bangsa……….,kalo kerja sama pasti bisa……karna saya juga orang teknik yg punya keyakinan dan pemikiran keteknikan….,generasi2 penerus kita sangat bisa,bila di dukung pemerintah…..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button