Rizal Ramli: Kredibilitas SBY Sudah Habis

Terbit 8 Oktober 2012 - 10:04 WIB | Dibaca : 844 kali

Laporan: Redaksi

Rizal Ramli

Rizal Ramli

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Tokoh oposisi Dr. Rizal Ramli kecewa dan prihatin atas pengepungan gedung KPK oleh puluhan aparat Polda Metro Jaya dan Polda Bengkulu pada Jumat malam lalu.

Kedatangan aparat itu untuk menangkap salah satu penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan, yang dituding terlibat kasus penganiayaan saat bertugas di Bengkulu 2004 lalu.

“Itu langkah buruk dan membuat kredibilitas Polri rusak berat. Para diplomat Barat, Asia dan semua negara asing di sini melihat keburukan Polri yang tampak tidak bersih dan tidak profesional. Ini berita buruk bagi diplomat asing dan dunia internasional,” jelas Rizal.

Polri tak bisa membayar utang budi pada gerakan mahasiswa dan kaum muda yang kini mendukung KPK dan memisahkan Polri dari TNI dan kini masyarakat melawan kriminalisasi polisi atas KPK.

Mantan Menko Pereknomian ini menegaskan Polri harus menyadari bahwa banyak yang melihat penyerbuan itu dipenuhi kejanggalan. Penangkapan ini diduga banyak kalangan karena Novel merupakan penyidik utama kasus korupsi pengadaan simulator SIM dengan tersangka Irjen Djoko Susilo.

“Kalau pun Novel terlibat masalah, kenapa baru sekarang diangkat isunya? Kenapa Polri begitu gegabah dan kelihatan penuh rekayasa seperti Orde Baru yang brutal itu?” tanyanya.

Kalau ada salah satu penyidik KPK yang berasal dari Polri tersandung kasus hukum, semestinya diproses dengan mengkoordinasikannya terlebih dahulu dengan KPK ketika itu. Bukan sekarang tiba-tiba jadi masalah baru. Para analis melihat, Polri sudah tidak dipercaya publik, mental korupnya terbuka lebar, ini sudah melampaui batas.

Menurutnya, aksi puluhan polisi itu jelas berlebihan dan merusak citra polisi yang sudah miring. Tak hanya itu, citra Polri juga habis. Rizal mengingatkan, hal itu juga berimplikasi kepada Presiden SBY. Kredibilitas SBY juga habis. Karena kebusukan ini dipelototi masyarakat internasional dan diplomat  asing serta investor di Jakarta.

Kriminalisasi KPK oleh Polri ini bukti bahwa SBY gagal, amat lemah, tak fokus dan sudah kelelahan. Akibatnya, kepercayaan publik pun sudah hancur.

Karena itu lebih baik SBY mundur daripada membiarkan negeri ini hancur oleh korupsi dan jaringan mafia hukum. Tak hanya itu, seluruh institusi negara sudah merosot tajam ke jurang kehancuran. (red)

Tweets

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button