Rokok Jambu Bol Mungkinkah Bangkit Lagi?


Laporan: Redaksi

PT Jambu Bol Kudus

PT Jambu Bol Kudus

KUDUS, (Tubas) – Pabik rokok PT Jambu Bol Kudus (Jawa Tengah) dengan jumlah buruh sekitar 5.000 dan sebagian besar wanita, bertahun-tahun tak berproduksi. Tapi setiap tahun masih memesan pita cukai, sehingga kemungkinan pabrik rokok itu bangkit dari mati suri dan berproduksi lagi.

Demikian Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kodya Kudus. Dasumsikan pabrik rokok kretek non-filter itu, masih bisa bangkit untuk berproduksi kembali. Tapi asumsi itu diragukan bisa jadi kenyataan sebab situasi/kondisinya bertolak belakang dengan faktanya.

Sekitar lima tahun ini pabrik rokok Jambu Bol tidak berproduksi menyusul kian merosotnya pemasaran rokok ini yang hampir seluruhnya di lempar keluar Jawa. Bersamaan dengan itu ribuan buruh pabrik pelinting rokok, dirumahkan dengan status tidak jelas sampai sekarang.

Setelah para buruh berulang-kali demo minta kejelasan nasibnya, pihak manajemen Jambu Bol buka diri menyatakan pabrik tidak mampu lagi melanjutkan usaha. Para buruh dijanjikan, masing-masing akan diberi pesangon. Janji itu telah berjalan bertahun-tahun, namun tidak pernah terealisasikan.

Tahun ini berkali-kali para buruh melancarkan demo menuntut janji menejemen. Malah dengan memblokir jalan pantura yang membentang di depan pabrik, tiap didemo menejemen selalu berkilah, pesangon akan diberikan setelah aset-aset Jambu Bol terjual. Tapi kapan aset itu terjual, tak pernah ada kepastiannya.

Rokok kretek Jambu Bol didirikan tahun 1950 oleh alm. H Ma’ruf. Saat itu produksi dan popularitasnya setara dengan rokok kretek lainnya di Kudus seperti, Jarum, Noyorono dan Sukun. Tapi selepas tahun 1980, pamor kejayaan rokok ini merosot dan produksinya terhenti. Akhirnya tutup buku sampai sekarang. (amary)

Berita Terkait

Komentar

Komentar