Laporan: Redaksi
JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Menteri Pendidikan Muhammad Nuh menilai bahwa warga Sampang, Jawa Timur, membutuhkan rasa saling menyayangi yang dibangun oleh pihak minoritas Syiah dan mayoritas Sunni. Kasih sayang sangat dibutuhkan kaum minoritas karena dari perasaan itulah akan timbul rasa untuk saling menghargai.
“Syiah dan Sunni di Sampang harus saling menyayangi satu sama lain. Kalau itu dapat terjadi bagus sekali,” ujar Muhammad Nuh di Asrama haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Nuh menjelaskan, warga minoritas dan mayoritas hendaknya saling menghargai dan menyadari bahwa penyelesaian masalah dengan jalan kekerasan bukan merupakan budaya bangsa. Nuh turut menyoroti bahwa sekarang ini timbul opini di mana pihak muslim Sunni sebagai mayoritas cenderung disalahkan.
Dia menjelaskan bahwa menyalahkan satu pihak bukan merupakan hal yang adil. Ia menyebutkan bahwa jika ada sebab, maka ada akibat, sehingga peran keterlibatan minoritas muslim Syiah sebagai pihak yang dipersalahkan turut pula diselidiki.
Terlepas dari permasalahan mengenai pihak yang patut dimintai pertanggungjawaban, Nuh mengimbau kedua belah pihak saling menghormati. “Wujud kasih sayang di Sampang yang dilakukan oleh Sunni kepada Syiah, dan sebaliknya, sangat penting sekali. Dari hal itu dapat terwujud saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak yang bisa merugikan satu pihak,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Slamet Effendy Yusuf mengatakan, kekerasan di Sampang tidak dibenarkan. Dia berharap semua pihak di Sampang tidak hanya saling menghormati, tetapi juga waspada atas ulah provokasi oleh oknum yang dapat meningkatkan ekskalasi kekerasan. (red)

seratus untuk menteri pendidikan, anda benar-benar orangnya nkri yang merah putih betul…