Siapa Menyusul Andi Mallarangeng

Terbit 17 Desember 2012 - 08:27 WIB | Dibaca : 750 kali

Oleh: Sabar Hutasoit

Andi Mallarangeng

Andi Mallarangeng

TIGA kader inti Partai Demokrat masing-masing Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh dan Nazaruddin sudah jelas dan nyata tersandung kasus korupsi. Ketiga pemain politik asuhan Presiden SBY tersebut, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dinyatakan sebagai tersangka

Mohammad Nazaruddin mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat sedang menghadapi berbagai skandal korupsi di meja pengadilan sementara Angelina Sondakh yang juga mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat kini sedang menunggu putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terkait kasus korupsi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan yang terbaru, Andi Mallarangeng mantan Sekretaris Dewan Pembina dan Majelis Tinggi Partai Demokrat baru saja disematkan status tersangka dalam kasus proyek Hambalang.

Apa yang menarik membicarakan ketiga tersangka korupsi ini? karena ketiganya merupakan kader inti dari Partai Demokrat yang selama ini, memproklamirkan diri sebagai partai bersih, cerdas dan santun bahkan anti pada korupsi. Tapi nyatanya, justru dari partai inilah lahir sejumlah koruptor.

Lalu bagaimana setelah ketiga kadernya dikerangkeng KPK? Presiden SBY pasti sangat terpukul. Pasalnya, orang yang secara pribadi cukup dekat dengannya tersangkut korupsi dan terpaksa mengundurkan diri dari kabinet.

Andi Mallarangeng sebenarnya adalah pimpinan Partai Demokrat dan the rising star yang pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, tapi dikalahkan Anas Urbaningrum. Andaikata kala itu dia menang, dia pasti jadi calon capres terkuat 2014.

Dijeratnya ketiga kader inti Demokrat ini sudah pasti pula merupakan ‘’pukulan’’ telak bagi Partai Demokrat, khususnya jika ada lagi kader lainnya yang jadi tersangka korupsi. Kabarnya, beberapa nama petinggi Partai Demokrat sedang masuk dalam bidikan KPK yang artinya, Andi Mallarangeng belum tersangka terakhir dalam kasus korupsi Hambalang, tapi masih ada yang akan menyusul. Siapa dia, KPK menunggu nyanyian Andi Mallarangeng atau sebenarnya sudah ada di kantung KPK.

Terserah masih ada tersangka baru setelah Andi Mallarangeng atau tidak dari kubu Demokrat, yang pasti slogan Demokrat yang menyatakan “Tidak pada korupsi” menjadi aneh dan lucu. Di mata masyarakat, slogan yang dijadikan ‘’barang dagangan’’ yang laris dijual saat kampanye itu, dinilai menjadi alat ‘’tipu’’ hanya untuk membujuk masyarakat agar memilih Demokrat saat itu. Buktinya, setelah Demokrat tampil menjadi partai penguasa, tidak lama berselang, bermunculan kasus korupsi dan seketika itu Nazaruddin hengkang ke luar negeri dan jadi buronan setelah para petinggi Demokrat menyatakan Nazaruddin hanya berobat ke Singapura.

Dan begitu Nazaruddin ditangkap di luar negeri lalu diboyong ke Indonesia, Nazaruddin mulau nyanyi dan mengaku uang korupsi digunakan untuk membiayai kongres Partai Demokrat. Selain itu, Nazaruddin juga menyebut-nyebut nama-nama petinggi Demokrat antara lain Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan Ibas (putra Presiden SBY). Orang-orang Demokrat sempat berang saat mendengar nyanyian Nazaruddin dan sempat menuduh Nazaruddin sedang berilusi dan bohong.

Nyatanya, dua nama dari yang disebut yakni Angelina Sondakh dan Andi Mallarangeng sudah dinyatakan sebagai tersangka. Artinya, Nazaruddin tidak berilusi dan tidak bohong. Memang, suatu tindak pidana korupsi sekelas Hmbalang tidak mungkinlah dilakukan satu orang saja, tapi pasti melibatkan banyak orang dan bukan sembarang orang, tapi orang yang sedang berkuasa.

Karena itu, Preseiden SBY sebagai nakhoda Partai Demokrat sebaiknya melepas dengan rela semua nama-nama yang disebut di persidangan untuk diperiksa KPK, agar Demokrat dan negeri ini bersih dari perbuatan yang tidak terpuji tersebut. Kalau mereka-mereka itu tidak terbukti bersalah, namanya bisa dipulihkan kembali.***

Tweets

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button