Terminal Kargo Bandara Kuala Namu Pakai X-Ray Bekas

Terbit 3 September 2013 - 10:40 WIB | Dibaca : 566 kali

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

MEDAN, (TubasMedia.Com) – General Manager (GM) PT Angkasa Pura (AP) II, HT Said Ridwan merasa dirinya telah menjadi kambing hitam akibat direksi pusat PT AP II yang hingga kini hanya menyediakan mesin x-ray bekas, milik Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Cengkareng ke Kualanamu International Airport (KNIA).

“Semuanya melaporkan dan mengadukannya pada saya. Saya juga sudah melakukan yang terbaik untuk masalah terminal kargo kita. Tidak hanya ini kerja saya, karena terminal penumpang kita juga belum maksimal,” kata Said Ridwan menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi Terminal Kargo KNIA yang kacau, pekan lalu.

Said mengatakan, pihaknya sudah berusaha mempertanyakan masalah ini langsung ke direksi pusat PT AP II. Bahkan, sudah berulang kali mendesak secara langsung ke Direktur Komersial Kargo PT AP II Pusat, hasilnya juga masih nihil. “Saya sudah mendesak langsung, bahkan ke Pak Direktur Komersil Kargo AP II Pusat. Jawabannya, baru pada tahun 2014, KNIA akan diberikan mesin x-ray kargo yang baru,” ujarnya.

Mengenai rencana operasional sistem Regulated Agent (RA) di KNIA. Said menjelaskan, hal itu akan segera diberlakukan seperti sistem kargo di Bandara Soetta. “Saya ingin RA cepat dioperasikan seperti Cengkareng. Dan, PT Angkasa Pura Solusi (APS) yang akan kelola itu. Jadi, segala urusan dan masalah kargo akan dipegang oleh PT APS. RA juga akan menjamin keamanan barang kiriman yang masuk maupun keluar dari KNIA, karena sistem ini diyakini mengelola kargo lebih profesional,” katanya.

Sebelumnya, GM PT Gapura Angkasa, Ali Imran berjanji melakukan pengecekan di lapangan terkait masalah proses sirkulasi barang masuk dan keluar hingga 3 jam. Ali yang kembali dikonfirmasi besoknya menjelaskan, pihaknya sudah melakukan kroscek ke lapangan langsung.

“Di SOP kita, barang kargo baru bisa diambil oleh consignee (perusahaan jasa kiriman-red) waktunya adalah 2 jam sesudah pesawat parkir. Ini terkait dengan bongkar di pesawat ditarik ke gudang dari pesawat lalu diproses di gudang sampai barang siap diambil,” jelas Ali. (red)

Tweets

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.

Copyright © 2011-2012 TubasMedia.com - All Rights Reserved - Berita Terkini - Profil - Info Iklan - Feed Berita - Feed Komentar - Go Mobile
Facebook button Twitter button RSS button