Biaya Tambahan Impor Bahan Baku Industri Susu, Segera Diberlakukan

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Dari 60 unit industri pengolah susu yang beroperasi di dalam negeri, hanya 15 diantaranya yang menyerap  bahan baku susu nasional atau yang bermitra dengan peternak sapi lokal. Selebihnya menggunakan bahan baku impor.

Hal itu diucapkan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Untuk itu dikatakan, pihaknya akan berupaya agar seluruh industri pengolah susu beralih kepada bahan baku lokal sehingga dengan demikian, keberadaan industri susu nasional akan semakin efisien dan produknya semakin kompetitif.

Salah satu cara mendorong pelaku industri pengolah susu agar beralih ke bahan baku lokal, pihaknya berniat mengenakan surcharge (biaya tambahan) atas bahan baku impor sementara bagi industri pengguna bahan baku lokal akan diberi insentif.

Dalam kaitan itu, pemerintah telah menerbitkan Permentan Nomor 26 Tahun 2017 yang mendorong pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam pengembangan persusuan nasional.

Pola kemitraan peternak susu sapi perah dan pabrik susu bisa menjadi solusi permasalahan industri susu dalam negeri mulai dari hulu sampai dengan hilir.

‘’Tapi ini baru usul. Mungkin tahun depan akan terealisasi,’’ katanya tanpa menguraikan berapa berapa surcharge yang diusulkan. ‘’Antara lima sampai sepuluh persenlah,’’ lanjutnya.

Diharapkan, dengan pengenaan biaya tambahan tersebut, biaya produksi mereka dengan menggunakan bahan baku impor akan menjadi lebih tinggi dibanding menggunakan bahan baku lokal sehingga dengan demikian pelaku industri susu akan beralih kepada bahan baku lokal.

Ditanya sekitar insentif yang sedang digodog, Rochim mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan strategi agar pelaku industri pengolah susu semakin meningkatkan penggunaan bahan baku lokal sebab industri yang lebih banyak menggunakan bahan baku lokal, akan mendapat insentif akan barang impor yang masih dibutuhkan.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah semakin mendorong upaya peningkatan produksi dan konsumsi susu nasional. Salah satu langkah tersebut adalah memperkuat kemitraan antara pelaku usaha persususan dengan peternak.(sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar