Buni Yani Menyesal, Orang yang Suruh Dia Mengedit Pidato Ahok, Telah Telantar Dirinya

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak mengenal nama Buni Yani, sampai pada akhir September lalu ia mengunggah potongan video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

Transkrip tersebut yang menjadi awal dari kasus surah Al-Maidah ayat 51. Buni dianggap sengaja mencemarkan nama baik sang gubernur dengan tidak menuliskan kata “pakai” dalam transkripnya.

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Dibohongin pakai surah Al-Maidah 51, macam-macam itu,” kata Ahok kepada warga Kepulauan Seribu ketika itu.

Meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengklarifikasi potongan video yang diunggah Buni dengan video berisi pidato lengkap Ahok saat kunjungan tersebut, sebagian umat Muslim tetap merasa bahwa kata-kata Ahok menistakan agama Islam dan ayat suci Al-Qur’an.

Hingga puncaknya pada Jumat, 4 November lalu, ratusan ribu orang melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, untuk menuntut agar Ahok segera diproses secara hukum karena dugaan penistaan agama yang dilakukannya.

Dan kini Buni Yani menyesalkan perbuatannya lalu dia menyampaikan isi hatinya; “Saya sesungguhnya sangat menyesal telah mencelakai bapak Ahok. Oleh karena saya kini dia harus masuk penjara. Dan kini saya juga sudah ditelantarkan oleh oknum yang menyuruh saya mengedit video tersebut, ” katanya di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Buni Yani juga ingin menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa perilaku yang dia lakukan itu salah besar sehingga membuat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama itu harus masuk sel selama 2 tahun.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar