Candi Lumbung Sengi Dipindah Sementara

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

MAGELANG, (Tubas) – Candi Lumbung Sengi yang terletak di Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Berdasarkan pendataan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, batu Candi Hindu tersebut kini yang tersisa hanya tinggal 65 persen.

Pokja Perlindungan BP3 Jawa Tengah, Sugeng Widodo mengatakan, diperkirakan hilangnya batu candi tersebut akibat erupsi Gunung Merapi hingga banjir lahar dingin yang terjadi belum lama ini. Posisi candi tersebut memang sangat dekat dengan Gunung Merapi, dan letaknya pun hanya sekitar 0,8 meter dari bibir Kali Apu.

Candi Lumbung Sengi merupakan bagian dari kompleks candi lain, yakni Candi Asu dan Candi Pendem. Namun, akibat gerusan banjir lahar dingin, Candi Lumbung Sengi dinyatakan paling kritis.

Untuk menghindari candi tersebut hanyut terbawa banjir lahar Kali Apu, BP3 Jawa Tengah akan melakukan langkah penyelamatan dengan pemindahan sementara candi dengan luas 8,70 meter X 8,70 meter, tinggi tangga 2,5 X 2 meter dan dengan ketinggian 8 meter dari lantai dasar tersebut, ke lokasi yang dirasa lebih aman selama 5 tahun.

Murdjiono, Ahli pemugar candi mengatakan pihaknya sangat berhati-hati dalam melakukan pemugaran Candi Lumbung Sengi agar tidak merusak batuan yang ada. Alat yang digunakan juga sudah sangat canggih, dan segala sesuatunya telah dipersiapkan secara detail dan matang sebelumnya.

Diperkirakan jumlah batu yang ada di dalam candi mencapai 401 meter kubik, namun jika batu-batu yang tercecer di sekitar komplek berhasil ditemukan semua diperkirakan mencapai 420 meter kubik.

Murjiono menambahkan, untuk saat ini belum ada kendala yang dihadapi dalam pembongkaran candi tersebut, namun para ahli BP3 hanya berpacu dengan waktu dalam pembongkaran bangunan candi tersebut.

“Diupayakan pembongkaran harus sudah selesai sebelum musim hujan, karena dikhawatirkan saat turun hujan nanti akan ada banjir lahar lagi, sehingga hal tersebut merupakan salah satu kendala utama “ ucap mantan tenaga ahli pemugaran Candi Angkorwatt, Kamboja tersebut. (fartina s)

Berita Terkait

Komentar

Komentar