Cina Bangun Pabrik Semen di Indonesia

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

PENANDATANGANAN MOU - Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat bersama Kepala BKPM Gita Wirjawan serta Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyaksikan penandatanganan MoU Kerjasama Pengembangan Industri Semen di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan yang dilakukan oleh Dirjen BIM, Panggah Susanto, Dirjen Komisi Pengawasan dan Administrasi BUMN Propinsi Anhui Cina Mr. Xu Chong Xin, Chairman Prosperity Group Mr. Huang Bing Jun dan Pimpinan Departemen Anhui Conch Cement, Co., Ltd. Mr. Guo Wen San di Jakarta 30 Juni 2011 (tubas/sabar hutasoit)

JAKARTA, (Tubas) – Anhui Conch Cement Company Ltd sebuah konsorsium dari Cina akan membangun pabrik semen di empat provinsi di Indonesia. Untuk pembangunan pabrik semen dengan total kapasitas 36.400 ton klinker per hari itu akan menghabiskan dana investasi US$ 2,35 miliar.

Dirjen Komisi Pengawasan dan Administrasi BUMN Provinsi Anhui Cina, Xu Chong Xin mengatakan untuk tahap awal mereka akan menanamkan investasi US$ 1 miliar. “Jumlah investasi kami akan terus bertambah,” kata Xu Chong Xin usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Anhui dengan Kementerian Perindustrian, Kamis (30/6).

Pabrik semen itu akan dibangun di Tan Jung, Kalimantan Selatan dengan kapasitas 6.400 ton klinker per hari yang digerakkan dengan investasi US$ 400 juta. Sementara di Kalimantan Timur, pabrik semen akan dibangun di Tanah Grogot (Paser), Sepinang, Provinsi Kalimantan Timur dengan kapasitas 10.000 ton kliker per hari senilai US$ 600 juta.

Pabrik semen juga dibangun Pontianak, Kalimantan Barat dengan kapasitas 10.000 ton klinker per hari senilai US$ 600 juta. Sementara di Papua Barat juga akan dibangun pabrik semen dengan kapasitas 10.000 ton klinker per hari senilai US$ 750 juta. Semua pabrik yang akan dibangun Anhui itu akan dilengkapi dengan pelabuhan, pembangkit listrik dan fasilitas pendukung lainnya.

Chairman China Anhui Conch Group, Guo Wensan mengatakan, perusahaan secepatnya akan mengirim tim profesional untuk melakukan studi kelayakan. “Proyek di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan akan digarap lebih dulu,” kata Guo Wensan.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan, selama ini kerjasama Indonesia dengan Cina sangat tinggi dalam bidang perdagangan tapi masih minim dalam investasi. “Investasi Anhui merupakan awal yang baik,” kata Hidayat.

Hidayat mengatakan pertumbuhan konsumsi semen nasional mencapai 7% hingga 10% per tahun. Kebutuhan pada tahun 2015 diperkirakan lebih dari mencapai 55 juta. Saat ini, terdapat sembilan produsen semen nasional dengan kapasitas produksi 52 juta ton yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Utilisasi pabrik semen hanya mencapai 72% atau hanya memproduksi 37,8 juta ton per tahun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, meski investasi Cina di Indonesia mulai tumbuh tapi belum menjadikannya sebagai negara yang dominan dalam peringkat investasi di Indonesia. “Kami berharap investasi Anhui akan menjadi pemicu masuknya investasi yang lebih besar lagi di masa mendatang,” kata Gita. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar