Dan Bunga-Bunga Berguguran

Oleh: Fauzi Aziz

FENOMENA ini akan selalu ada akhirnya dan akan muncul fenomena baru. Ibarat bunga-bunga berguguran ketika musim berganti. Berarti tidak ada yang abadi, bersifat permanen sehingga secara alamiah sudah pasti akan berubah dan harus berganti dengan suasana baru.

Manakala dalam semusim bunga-bunga selalu berguguran, siklus musim berikutnya kita harapkan muncul dan mekar bunga-bunga baru dengan tampilan yang lebih menawan karena persemaian dan pemupukan yang lebih baik.

Inilah esensi siklus kehidupan. Ada regenerasi, ada perubahan ke arah yang lebih baik. Karena itu, dalam siklus semusim harus ada upaya pembinaan, pengembangan agar ketika memasuki musim baru, bunga-bunga tidak layu sebelum berkembang karena virus dan hama tanaman gagal diberantas.

Sebab itu, setiap upaya pembinaan dan pengembang dalam satu musim harus ada result yang positif. Ada sosok prestasi yang bisa diukur dan terukur, serta ada hasil yang dapat kita nikmati bersama-sama.

Kita mondar-mandir, hilir-mudik ngalor-ngidul dalam semusim hakekatnya sedang melakukan pembinaan dan pengembangan, karena kita bertekad ingin mewariskan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi yang akan kita tinggali warisan dalam rangka alih generasi.

Bunga-bunga baru yang mekar, sebaiknya tidak harus sama dengan yang mekar di musim yang lalu. Ini pertanda ada faktor sains dan teknologi yang kita semaikan. Ini juga berarti bahwa model pembinaan dan pengembangan yang dikerjakan ada dinamika karena kondisi lingkungan yang berubah, baik karena ada perubahan iklim maupun sebab lain.

Bunga-bunga baru yang mekar diharapkan lebih berkualitas, tahan hama dan virus dan tampil tidak membosankan. Tidak terjebak pada jok L4, (lu lagi, lu lagi, lu lagi dan lu lagi) alias monoton dan membosankan karena sang para pembina dan pengembangnya tidak berbuat apa-apa, kecuali bertahan pada kondisi status quo dan ingin bertahan di zona nyaman.

Dalam konteks regenerasi, harus ada persiapan yang dilakukan dengan perencanaan yang matang. Tidak bisa seperti autopilot. Regenerasi sebaiknya tidak dipaksakan dengan cara mengkloning pada sistem lama yang usang ditelan zaman, kecuali nilai-nilai yang bersifat universal, seperti nilai keimanan kepada Tuhan dan moral yang baik memang harus dikloningkan agar setiap generasi penerus menerima tongkat estafet memiliki kekuatan spiritual dan emosional yang matang.

Tidak mengalami kekosongan dan pengeringan sistem nilai sehingga bunga-bunga baru yang mekar menjadi kehilangan madu. Bunga-bunga baru yang mekar meskipun ada campur tangan sains dan teknologi tidak kehilangan sifat hakiki sebuah bunga yang selalu menghasilkan madu.

Pasalnya madu adalah penambah kekuatan atau sebagai energi bagi sikumbang untuk bisa berkelana menjelajah, terbang dengan sebuah kepercayaan diri yang tinggi membangun peradaban baru yang lebih humanis dan eco friendly.

Retorika dengan menggunakan balada “Dan bunga-bunga berguguran” adalah sebuah ekspresi pemikiran dalam satu lintasan bahwa regenerasi harus dipersiapkan. Tidak harus dikloning bahwa semua yang akan diwariskan dianggap baik bagi ahli warisnya.

Tidak seperti itu caranya. Yang benar adalah yang berupa virus, hama dan barang rongsokan harus dimusnahkan. Berbangsa dan bernegara hakekatnya adalah menjalankan segala macam bentuk tuntunan yang berisi nilai-nilai kebaikan dan kebajikan, yang berguna bagi pengembangan nilai nilai kemanusiaan yang bermartabat dan berperadab an.

Kita hingga hari ini, di bumi pertiwi yang sangat kita cintai ini, belum bisa melihat persemaian yang baik dan bijaksana untuk memekarkan bunga-bunga baru sesuai zaman baru atau era baru, dimana bunga-bunga lama yang harusnya sudah waktunya berguguran, masih bercokol di tangkainya.

Ternyata kita tertipu olehnya karena ternyata yang nampak adalah hanya ornamen bunga-bunga plastik. Ia baru, tapi artifisial dan imitasi. Sebenarnya sudah waktunya beristirahat menikmati sisa hidup, tapi masih pingin kejar tayang, tampil sebagai sutradara sekaligus pemain utama.

Padahal permainannya sudah tidak menarik karena ibarat bunga, mereka sudah layu dan dalam siklus musim mengatakan bahwa mereka memang harus berguguran. Dan munculah bunga-bunga baru yang lebih indah dan bisa tampil beda dengan zamannya. Lebih sehat dan tentu harus lebih baik serta lebih bersih. Pendek kata clear and clear posisinya dalam ukuran apapun. (tulisan ini dipersembahkan buat para sahabat sebagai bacaan ringan di akhir pekan)

Berita Terkait

Komentar

Komentar