Dibutuhkan Harmonisasi Standar Karet ASEAN

MEDAN, (tubasmedia.com) – Seluruh pelaku industri karet di negara ASEAN mengharapkan adanya harmonisasi standar karet. Ini penting agar karet alam dari negara-negara ASEAN, yang masuk ke negara-negara lainnya, standarnya sama.

Hal itu dikatakan Vice President Malaysian Rubber Glove, Supramaniam kepada wartawan usai mengikuti acara The 24th Meeting of ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality Rubber Based Product Working Group” di Medan, Senin 27 Pebruari 2017. Acara dipimpin Teddy Sianturi, yang tampil sebagai Chairmain ASEAN Rubber.

 Selama ini menurut Supramaniam, anggota negara ASEAN itu jalan sendiri-sendiri menerapkan standar dari negaranya sendiri. ‘’Masing-masing punya standar sehingga pembeli bisa mendikte,’’ katanya.

Untuk itu lanjutnya, diharapkan usai diskusi tentang standar karet tersebut, terbentuk sebuah perkumpulan yang menentukan satu sikap, khususnya menyangkut tentang standar karet.

Suasana Sidang

Di bagian lain uraiannya, Malaysia katanya sejak sepuluh tahun silam, perkebunan karet Malaysia tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan industri barang jadi berbahan baku karet.

Karena itu Malaysia melakukan impor karet mentah dari Indonesia dan Thailand. Dari 700.000 ton karet mentah kebutuhan Malaysia setiap tahun, 85 persen diimpor dari Thailand dan sisanya 15 % dari Indonesia.

Diakui oleh Supramaniam, Malaysia sudah jauh lebih unggul dalam bidang pengembangan industri berbahan baku karet sehingga mereka menyerap karet mentah dari negara-negara ASEAN lainnya termasuk Indonesia. (sabar)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar