Dirjen PPI: Ini Kan Tidak Adil…

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sejak dulu, pendekatan pengembangan industri masih bersifat sektoral. Akibatnya, industri tersebut semakin terkosentrasi dan numpuk di Jawa. Padahal membangun Indonesia seutuhnya tidak hanya di Jawa, tapi harus menyebar ke seluruh nusantara.

Hal itu dikatakan Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian, Imam Haryono kepada tubasmedia.com di ruang kerjanya kemarin. Imam didampingi Sesditjen PPI, Ignatius Warsitio.

“Inilah yang mau kita benahi dan perbaiki. Karena sudah terbukti kesenjangan itu tinggi sekali akibat dari pembangunan hanya di Jawa saja,’’ katanya.

Menurutnya, dilihat dari kontribusi pembangunan income ekonomi di Jawa yang hanya memiliki luas wilayah 6,8% dari luas Indonesia, wilayah itu berkontribusi sebesar 58%. Jika dilihat dari industri di Jawa kontribusinya mencapai 73% dan kalau kita lihat lebih dalam lagi industri besarnya itu ada 83% di Jawa.

‘’Ini kan tidak adil. Oleh karenanya, kita sekarang berusaha mengalihkan industri itu ke luar Jawa untuk menghindari banyaknya kesenjangan sosial. Sekali lagi saya tekankan tidak adil. Apalagi kalau kita lihat bahwa membangun ekonomi itu kalau mau maju harus melalui industrialisasi,” tambah Imam.

Karena itu lanjutnya, saat ini pemerataan industri ke luar Jawa sedang digalakkan ke daerah-daerah yang kaya dengan sumber daya alam (SDA) tapi nilai tambah dan daya saingnya belum ditingkatkan.

Disebut misalnya, satu daerah kaya dengan batubara. Karena batubara bisa dijual begitu saja bahan bakunya sudah laku, mereka tidak akan berfikir lagi untuk memprosesnya jadi bahan jadi. Nah..kalau pejabat di daerah tersebut tahu bahan baku ini perlu diolah di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah untuk beberapa turunan, maka mereka tidak akan menjual bahan baku itu secara mentah.

‘’Daerah yang seperti inilah yang kita cari dan kepala dinas yang memiliki falsafah industri. Seperti yang terjadi sekarang pada industri smelter di Morowali,” katanya.

Tujuan pembangunan industri dengan pendekatan kewilayahan itu adalah mempercepat penyebaran dan pemerataan pembangunan industri yang terencana, menciptakan pertumbuhan industri yang tinggi di daerah, menciptakan lapangan pekerjaan di daerah, membangun industri yang kompetitif sepanjang rantai nilai industri dan mewujudkan tumbuhya industri hijau.
Konkretnya lanjut Imam, telah dilakukan program hilirisasi dari mineral, gas dan batubara serta hasil industri agro sehingga pemerintah mulai melakukan pembangunan pusat industri baru ke luar Jawa dengan mendirikan industri smelter di Morowali, Konawe dan Bantaeng. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar