Ditjen IKM Kemenperin Ciptakan Wirausaha Baru di Pesantren

pontren1

CIGONDEWAH, (tubasmediaa.com) – Kementerian Perindustrian terus berupaya melaksanakan pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya pengembangan industri kecil dan menengah (IKM). Bahkan, melihat potensi besar di lingkungan pondok pesantren, Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian menciptakan program wirausaha baru melalui IKM para santri.

“Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang telah dikenal, mandiri dan menjadi panutan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu juga memiliki peran sebagai agent of development yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di pedesaan,” kata Dirjen IKM Euis Saedah pada acara penyerahan bantuan mesin dan peralatan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) kepada Pondok Pesantren Al Basyariyah II Cigondewah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/11).

Menurut Euis, program ini telah dilaksanakan oleh Ditjen IKM sejak tahun 1997 dan telah memberikan bantuan lebih dari 1000 pondok pesantren di seluruh Indonesia. Sementara itu, pengembangan program kewirausahaan berbasis pondok pesantren pada tahun ini, mulai dilaksanakan pada 20 – 22 November 2015 di Pondok Pesantren Tremas, Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan Pelatihan Keterampilan Produk Batu Akik serta pemberian bantuan mesin peralatan diantaranya 4 unit Mesin Potong Batu Akik, 4 unit Mesin Gerinda, 1 unit Mesin Poles Diamond Model PGP-2B, 1 unit Cutting Machine, 1 set Mesin Crome, 1 set Bor Duduk untuk Batu, dan 4 unit Gerinda Tangan.

Selain di Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Ditjen IKM juga memberikan pelatihan teknis Produksi dan Higienitas Air Minum Dalam Kemasan Bagi IKM kepada para santri Pondok Pesantren Al Basyariah II. Pelatihan yang diikuti sebanyak 20 orang peserta ini berlangsung pada tanggal 28 – 30 November 2015 di Pondok Pesantren Al Basyariah II Cigondewah Ilir Marga Asih Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Program kewirausahaan berbasis pondok pesantren ini juga didukung Ditjen IKM dengan pemberian bantuan berupa mesin dan peralatan AMDK kepada Pondok Pesantren Al Basyariah II Cigondewah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Dirjen IKM Euis Saedah kepada Pimpinan Pondok Pesantren KH. Saiful Azhar dengan disaksikan oleh Bupati Bandung H. Moh. Dadang M. Nasser.

Acara penyerahan bantuan tersebut dihadiri juga oleh jajaran Muspida Kabupaten Bandung, jajaran Ditjen IKM, para pimpinan ponpes dari Bandung dan sekitarnya, para pengasuh dan santri Al Basyariah II Cigondewah serta undangan lainnya. Bantuan yang diserahkan terdiri dari 1 unit Automatic Carton Sealer Machine, 1 unit Automatic Filling Cup 4×1, dan Yama Kompressor 2 Hp.

Bupati Bandung, H. Moh. Dadang M. Nasser menyambut baik bantuan yang diberikan pemerintah kepada pondok pesantren. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian para santri dan meningkatkan peran pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Dengan keterpaduan pembinaan dan pengembangan diharapkan Pontren mampu berperan sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat yang mandiri dan profesional, sarana penyebaran informasi bisnis dan teknologi serta sarana tumbuh kembangnya cikal bakal wirausaha baru. “Pondok pesantren selain menjadi tempat para santri menuntut ilmu juga merupakan tempat pengembangan kreativitas. Kreatif dalam belajar dan kreatif menciptakan peluang usaha untuk masa depan. Ini yang kami harapkan kepada generasi muda Indonesia,” kata Euis bangga. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar