Dokter Bongkar Akal Busuk Pengacara Setya Novanto

Setya Novanto dipindahkan dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusum pada Jumat, 18 November 2017.

JAKARTA, (tubasmedia.com) –   Langkah Fredrich Yunadi memantau ruang rawat inap VIP untuk Setya Novanto sebelum kecelakaan, terbongkar di dalam sidang lanjutan perkara merintangi proses hukum e-KTP, yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 15 Maret 2018.

Pelaksana tugas (Plt) Manager Pelayanan Medik Rumah Sakit Medika Permata Hijau, dr. Alia, adalah yang membeberkan perbuatan mantan pengacara Novanto itu.

Mulanya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi mengenai waktu perkenalan Alia dengan Fredrich Yunadi. Alia mengaku pertama kali mengenal Fredrich, saat dirinya dihubungi oleh dokter RS MPH, Bimanesh Sutaro.

“Kenal, saat dokter Bimanesh mengatakan akan ada pasien yang mau dirawat inap bernama Setya Novanto,” kata Alia.

Ketika itu, Alia yang mengetahui dari media bila Novanto sedang dalam proses hukum KPK sempat bertanya kepada Bimanesh mengenai konsekuensi yang akan diterima. Saat itu, menurut Alia, Bimanesh coba membuatnya tenang.

“Saya percaya, karena dokter Bimanesh merupakan senior saya,” ujarnya.

Tak lama berselang, setelah pihak RS MPH menyediakan kamar VIP untuk Setya Novanto, Fredrich memerintahkan asistennya untuk melihat ruang tersebut. Alia mengatakan, saat itu langsung dihubungi oleh asisten Fredrich.

“Dia mengaku sebagai asisten dari kuasa hukum Setya Novanto. Bilang mau melihat kamar. Saya katakan saya sedang di ITC,” kata Alia.

Karena asisten Fredrich yang dia tidak ketahui namanya itu menuju RS MPH, Alia pun segera beranjak dari ITC menuju RS MPH. Saat asisten Fredrich tiba, Alia langsung menunjukkan kamar yang akan menjadi ruang rawat inap Novanto.

“Silakan, dari lift langsung naik ke lantai tiga. Di sana, dia langsung foto-foto,” kata Alia.

Ketika masih melihat-lihat seisi ruangan kamar VIP 323, Fredrich kemudian menghubungi Alia. Fredrich bertanya soal posisi Alia saat itu. Alia mengatakan, dirinya dengan asisten Fredrich sedang berada di kamar pasien yang akan digunakan Novanto.

Fredrich kemudian menghampiri Alia. Saat bertemu, Alia mengatakan bahwa Fredrich menerima sebuah telepon. Tetapi, Alia berdalih tak mendengar percakapan Fredrich melalui sambungan telepon itu.

“Beliau (Fredrich) menutup telepon dan mengatakan, dok ini masuknya karena kecelakaan yah,” kata Alia menirukan permintaan Fredrich.

Mendapat permintaan dari Fredrich, Alia bingung. Sebab, awalnya yang dia ketahui Novanto akan dirawat lantaran hipertensi jantung. “Saya bingung, karena belum mengetahui pemeriksaan kondisi pasien,” ujarnya.

Tak lama berselang, jadwal dirinya jaga di RS MPH selesai. Dia mengaku langsung pulang sesaat setelah menunaikan ibadah salat magrib. (red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar