Duka 2014 versi Politisi Gerindra

fadli-zon

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Di penghujung tahun 2014, Indonesia dihadapi dengan suasana keprihatinan yang mendalam. Tradisi penyambutan malam pergantian tahun yang selalu dilakukan dengan suka cita tidak dilakukan awal 2015. Sebab Indonesia tengah dirundung duka atas peristiwa jatuhnya pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura.

“Atas situasi ini, kiranya tahun 2015 ini perlu kita hadapi dengan rasa prihatin. Jangan sampai kita larut dalam suka cita namun lupa bahwa masih banyak masalah yang dihadapi bangsa ini,” kata Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu 31 Desember 2014.

Tak hanya itu, kata dia, selama tahun 2014, masyarakat juga perlu prihatin terhadap situasi nasional yang sedang dan akan dihadapi oleh bangsa Indonesia. “Di tengah masyarakat dunia menikmati penurunan harga BBM karena harga minyak dunia turun, masyarakat Indonesia justru mengalami nasib sebaliknya,” paparnya.

Di sisi lain, lanjut Politikus Gerindra itu, pendapatan masyarakat tidak mengalami perbaikan, malah daya beli masyarakat mengalami penurunan. Sebab, masyarakat terbebani biaya harga BBM, harga sembako dan harga kebutuhan lainnya. “Kondisi ekonomi makro kita juga mengkhawatirkan. Nilai rupiah semakin melemah. Saat ini masih berada di atas Rp12.500 per US Dolar. Belum jelas kapan rupiah kembali bisa menguat,” jelasnya.

Kesedihan itu belum selesai, tarif dasar listrik untuk pengguna 1300 watt direncanakan akan naik pada Januari 2015. “Pemerintah memandang pengguna 1300 watt sudah termasuk kelompok masyarakat mewah. Padahal kebanyakan konsumen 1300 watt adalah kelas menengah ke bawah, migrasi dari 900 watt. Jika TDL jadi dinaikkan, maka ini menjadi kado awal tahun bagi rakyat,” pungkasnya. (nisa)

Berita Terkait

Komentar

Komentar