Energi Baru Terbarukan Layak Dikembangkan

pameran1

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Langkah baru telah dilakukan pemerintah Presiden Joko Widodo dalam masalah energi baru terbarukan. Pemerintah merencanakan membentuk badan usaha khusus energi baru terbarukan, untuk mempercepat pengembangan energi nonfosil. Pemerintah juga segera membentuk badan pengelola dana ketahanan energi serta perbaikan regulasi sektor energi baru terbarukan.

Dalam hal pengembangan energi baru terbarukan, salah satu sektor yang layak dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya (sinar matahari) menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung menggunakan sel surya (photovoltaic) dan secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya.

Direktur PT GEM Indonesia, Baki Lee mengatakan hal itu kepada wartawan usai pembukaan pameran Inamarine, Inawelding, & Inacoating 2016 yang juga merupakan pameran panel surya, Lampu Hemat Energi (LHE), LED, baterai, komponen dan produk ramah lingkungan di Jakarta kemarin.

Dia meyakini bahwa Indonesia memiliki peluang bisnis di bidang energi pembangkit listrik tenaga surya demikian besar. Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 4.8 Kwh.m2 setara 112.999 GWp sepuluh kali lipat dari potensi Jerman dan Eropa.

Pembangunan pembangkit listrik yang ramah lingkungan menjadi penting untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Sebagai negara kepulauan, pesisir pantai Indonesia sangat rawan dengan naiknya permukaan laut sebagai dampak perubahan iklim. Hal ini juga berkaitan erat dengan kebutuhan listrik terus meningkat dan animo masyarakat yang besar akan kebutuhan listrik. Apalagi PLN baru memasok energi listrik sebesar 1500-2000 MW.

Maka dari itu PLN sering melakukan pemadaman listrik bergilir. Proyek listrik 10.000 MW yang sudah selesai dibangun belum mampu memenuhi permintaan listrik yang terus melonjak tiap tahun.

Program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berbarengan dengan perkembangan perlampuan LED (ramah lingkungan) indonesia, pasalnya pemerintah menggalakkan program pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan sejauh 2,650 KM, 3,258 M jalur kereta apai, 24 pelabuhan besar, 60 dermaga ferry, 15 bandara modern, 14 kawasan industri, 49 waduk dan pembangkit listrik tenaga hidrolik dalam lima tahun ke depan. (sabar)

Berita Terkait

  • Tidak Ada

Komentar

Komentar