Fadli Zon Dukung Penganiayaan Terhadap Anak-anak

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sejumlah politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan maksud Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menyebut penahanan Bahar bin Smith sebagai bentuk kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum.

Bahar, 35, ditahan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat atas tuduhan menganiaya anak di bawah umur. Foto-foto korban dan video dugaan adegan penganiayaan itu juga beredar luas di media sosial.

“Bahar bin Smith ditetapkan tersangka kasus penganiayaan pada dua orang anak, korbannya ada dan melapor yang didampingi orang tuanya, kemudian polisi sudah memperlihatkan video-video penganiayaan, dua anak itu dijemput paksa, diinterogasi, dipukuli ramai-ramai, ditendang-tendang, darah di mana-mana, kemudian digunduli, ini jelas perbuatan sadis,” kata Juru Bicara PSI Guntur Romli di Jakarta, Kamis (20/12).

Kalau Fadli menyebut perbuatan Bahar bin Smith yang menganiaya anak-anak itu tidak layak dijerat hukum bahkan dibela sebagai bentuk kriminalisasi ulama, menurut dia, sama artinya Fadli Zon setuju dengan penganiayaan terhadap anak-anak.

“Sebagai anggota DPR dan pimpinan DPR tidak layak Fadli Zon membuat pernyataan seperti itu, karena menyakiti anak-anak Indonesia, menyakiti ibu-ibu, menyakiti keluarga dan rumah tangga. Tidak ada seorang pun orang tua yang mau anaknya dianiaya dan diperlakukan secara sadar seperti kelakuan Bahar bin Smith terhadap dua anak korban itu,” kata Guntur.

Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni bahkan menyebut politikus Gerindra itu telah mengkriminalisasi akal sehat dengan menuduh pemerintah melakukan kriminalisasi ulama karena menahan Bahar. Menurut dia, tuduhan tersebut merupakan fitnah yang keji.

“Ini adalah fitnah yang keji karena bukti-bukti yang awal yang beredar mengindikasikan Bahar bin Smith benar-benar malakukan tindak kekerasan,” ujar Antoni.

Antoni mengatakan selama ini Jokowi tidak pernah mencampuri urusan hukum. Menurut dia, Jokowi selalu menyerahkan kasus hukum pada aparat penegakan hukum. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar