Fahri Hamzah Dituduh Terlibat Korupsi e-KTP, Gagal Temui Nazaruddin

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah bersama beberapa anggota parlemen lainnya menyambangi Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/7).

Dalam kesempatan itu, Fahri sempat hendak menemui salah satu warga binaan, Muhammad Nazaruddin, tetapi gagal.

“Tadi ke tempatnya Pak Novanto, ke tempatnya Jero Wacik, ke tempatnya Nazar (Muhammad Nazaruddin) tapi dikunci. Saya mau interogasi Nazar tadi,” kata Fahri.

Fahri mengaku memang berniat bertandang ke sel Nazaruddin. Sebab Nazaruddin dalam persidangan kasus korupsi proyek e-KTP beberapa waktu lalu sempat melontarkan pernyataan akan mengungkap dugaan korupsi Fahri saat masih duduk di komisi yang membawahi bidang hukum.

“Mau nanya apa yang dia pikirkan selama ini dan sebagainya. Saya ingin mendalami,” ucapnya.

Nazaruddin yang merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat sempat menyatakan bakal membongkar dugaan korupsi Fahri, ketika menjadi saksi dalam sidang Setya Novanto, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, 19 Februari 2018 lalu.

Nazaruddin mengatakan memiliki bukti dugaan korupsi yang dilakukan Fahri Hamzah, ketika masih duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR.

Nazaruddin mengaku akan segera menyerahkan berkas-berkas terkait dugaan korupsi Fahri tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Insya Allah, bukti yang serahkan ini cukup untuk membuat Fahri jadi tersangka,” kata Nazaruddin saat itu.

Dalam kunjungannya ke Lapas Sukamiskin, Fahri juga melontarkan kritik terhadap pemikiran yang menganggap narapidana kasus korupsi harus hidup ala kadarnya di penjara. Menurut dia wajar jika ada narapidana memperbaiki fasilitas tersedia di lapas tua itu karena termakan usia.

“Lapas sudah berusia seratus tahun kalau ganti dari kloset jongkok ke duduk masa hari ini enggak boleh?” kata Fahri.

Selama kurang lebih empat jam, Fahri beserta rombongan anggota Komisi III DPR meninjau langsung ke lapas Klas I tersebut pada Sabtu (28/7). Politikus PKS itu menilai wajar apabila kondisi lapas saat ini memerlukan perbaikan.(red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar