Gubernur Sulsel Dukung Gerakan Matikan 1000 Lilin di Pantai Losari, Makasar

MAKASSAR, (tubasmedia.com) Aksi solidaritas seribu lilin untuk terpidana penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/5/2017) malam, berlangsung ricuh saat puluhan orang beratribut Front Pembela Islam (FPI) hendak membubarkan aksi damai mereka.

TNI dan juga pihak kepolisian pun langsung bersiaga di sekitar lokasi untuk bisa mencegah terjadinya bentrokan antar dua kelompok massa.

Aksi yang semula hendak digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar tersebut kemudian dipindahkan ke halaman depan RS Stellamaris.

Namun, sekelompok orang beratribut FPI itu tetap saja berusaha merangsek ke dalam hingga terjadi saling dorong di depan pintu rumah sakit.

Informasi selengkapnya, termasuk ditangkapnya seseorang yang diduga merupakan provokator kericuhan.

Sementara itu status yang tertulis di dinding akun Facebook milik Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menjadi viral di media sosial.

Dalam status itu tertulis bahwa Syahrul mendukung “Gerakan Matikan 1.000 Lilin” yang sebelumnya digelar untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pantai Losari. Namun, aksi itu dibubarkan oleh massa beratribut FPI.

“Saya Gubernur Sulsel sangat mendukung “Gerakan Matikan 1000 Lilin” demikian bunyi tulisan yang beredar di bawah nama Syahrul Yasin Limpo.

Status itu tercatat ditulis empat jam sebelum aksi digelar, Sabtu (13/5/2017) malam.

Tidak hanya seruan mendukung gerakan lilin dimatikan, ada juga seruan mengundang seluruh warga untuk membubarkan aksi 1.000 lilin.

Bahkan, juga ada unggahan gambar maupun tulisan yang berbau provokasi dan memicu isu SARA.

Ketika dikonfirmasi, Syahrul membantah keras membuat status dan mengunggah gambar-gambar tersebut.

“Saya tidak pernah buat status-status seperti itu di Facebook. Akun saya dibajak. Saya sudah ambil kembali akun dan saya telah memberikan penjelasan di dinding. Maaf ya, saya lagi ada acara,” ungkap Syahrul ketika dikonfirmasi via telepon, Minggu (14/5/2017), seperti dilansir Kompas.

Syahrul berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya dan terpancing dengan unggahan status maupun foto yang berbau SARA di tengah situasi yang sensitif saat ini. (red)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar