Hadi: Comersial Car, Nyungsep…

img_6709

BANDUNG, (tubasmedia.com) –  Keberadaan industri kendaraan bermotor kelas comersial car berada pada tingkat memprihatinkan. ’’Nyungsep,’’ kata Sekjen Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM), Hadi saat tampil sebagai poembicara pada workshop yang diselenggarakan Forum Wartawan Industri (Forwin) di Bandung, Jumat.

Sementara itu katanya, industri sepeda motor roda dua juga tidak menggembirakan. Omzet penjualannya turun dan di sektor industri komponen kendaraan bermotor, para pelakunya mengeluh karena produknya tidak bisa dipakai oleh semua merek.

Di bagian lain penjelasannya, daya saing industri kendaran bermotor nasional amat sulit ditingkatkan karena sebagian besar komponen masih tergantung impor.

Hal lain yang disoroti Hadi adalah tentang angka peningkatan industri yang dicapai oleh sektor otomotif yang sulit dipertanggungjawabkan. Pasalnya kata Hadi, angka yang dikeluarkan pemerintah atau yang sering dipakai lebih condong bermuatan politis.

Karena itu katanya, untuk mengembangkan industri otomotif dalam negeri, pemerintah harus membuat kebijakan yang mendukung industri komponen otomotif dalam negeri untuk mengurangi impor.

Misalnya saja memberikan kemudahan pajak untuk‎ industri komponen otomotif, untuk industri karet dan plastik. Sebab keduanya itu juga digunakan sebagai bahan baku komponen otomotif.

Dengan begitu semua sektor yang mendukung industri otomotif bisa membuat industri ini berkembang. “Jadi ada roadmad industri dan produknya, sampai bahan bakunya juga,” harapnya.

Sementara itu, Presiden Indonesia Automotive Institute (IAI) I Made Dana Tangkas mengatakan,‎  industri otomotif Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia.

Di saat kedua negara tersebut sudah mulai mengembangkan eco car dan ke arah produksi mobil hybrid, sedangkan Indonesia masih berkutat di produksi mobil low cost and green car (LCGC).

“Kalau mau mandiri di industri otomotif, SDM harus dipintarkan, keterampilannya ditingkatkan, tidak hanya soal produksi tapi juga teknik hingga desain,” kata Made Dana.

kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah dengan membuat arah kebijakan dan road map yang jelas kedepannya terutama di sektor sumber daya manusianya (SDM).

Menurutnya, SDM menjadi faktor utama menunjang perkembangan otomotif. Malaysia saja, kata dia, sudah sejak 2010 membuat institusi untuk mengembangkan SDM-nya.

“Kita harus lihat ke depan bagaimana perkembangan otomotif yang diikuti dengan perkembangan yang mendasar bagi para pelakunya, termasuk SDM, dan juga produk dan teknologi yang dikembangkan di dalamnya,” tambahnya.(sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar