Hama Tikus Menyerang 112 Hektar Sawah

hama-tikus

TASIKMALAYA, (tubasmedia.com) – Kabid Produksi Padi Palawija, Dispertan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Heti Heryati kepada tubasmedia.com, mengatakan laporan yang diterima akhir Januari 2015, tikus menyerang 112 ha sawah di 16 kecamatan.

Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Tasikmalaya, kini tengah berupaya menanggulangi serangan hama tikus terhadap 112 hektare sawah di 16 kecamatan.Kecamatan itu diantana Karangnunggal, Sodonghilir, Salawu, Cigalontang, Puspahiang, Taraju, Jatiwaras, Mangunreja, Leuwisari, Sukahening, Jamanis, Kadipaten, Padakembang, Singaparna, Bojonggambir dan Rajapaloh.

Hama tikus menyerang ketika sawah lembab atau basah di malam hari ketika air ada di permukaan pesawahan. Paling banyak di Cigalontang mencapai 29 hektare dan Salawu 16 hektar. “Paling banyak tikus menyerang padi yang baru berusia 40 hari,” ujarnya

Dia menerangkan ciri-ciri padi terkena hama tikus yaitu berwarna kuning melingkar pada bagian sawah. Lama kelamaan padi tersebut mati dan tidak berbuah. Tunas-tunasnya juga mati karena gigitan tikus yang sporadis. Meskipun demikian, tikus tidak menyebabkan gagal panen secara total.

Heti mengimbau para petani untuk melakukan gerakan-gerakan pemberantasan tikus di sawah. Diantaranya dengan membuat sanitasi di sekitar sawah, menebar racun perut tikus dan belerang agar mengganggu pernafasan tikus. “Intinya harus ada gerakan dari petani untuk memberantas hama tikus,” katanya.

Mengenai serangan hama wereng di Kertajaya Desa Pasirbatang Kecamatan Manonjaya tidak akan menyebabkan gagal panen total. Padi masih bisa diselamatkan. “Faktornya karena cuaca yang seperti ini,” katan Heti. (hakri miko)

Berita Terkait

Komentar

Komentar